KAI Bangun Jalan Baru 394 Meter di Stasiun Lempuyangan Jogja, 11 Rumah Dirobohkan

4 hours ago 8

KAI Bangun Jalan Baru 394 Meter di Stasiun Lempuyangan Jogja, 11 Rumah Dirobohkan

Stasiun Lempuyangan tampak depan./bpcbdiy.kemdikbud.go.id

Harianjogja.com, JOGJA— KAI Daop 6 Jogja tengah memperluas dan menata kawasan Stasiun Lempuyangan dengan membangun jalan baru sepanjang 394 meter dan lebar 9 meter. Jalan tersebut disiapkan untuk memisahkan akses kendaraan penumpang stasiun dari jalan umum.

Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan pembangunan jalan baru tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan sisi selatan Stasiun Lempuyangan.

Penataan dilakukan seiring pertumbuhan volume penumpang sekaligus untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju stasiun.

"Untuk saat ini fokus pekerjaannya membangun jalan raya baru, jadi memisahkan jalan akses khusus menuju Stasiun Lempuyangan untuk naik dan turun penumpang dan akses jalan umum," katanya, Selasa (22/9/2026).

Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu pintu masuk masyarakat dan wisatawan ke Jogja. Volume penumpang di stasiun tersebut juga terus mengalami pertumbuhan.

Pada 2024, Stasiun Lempuyangan melayani 5.392.700 penumpang. Jumlah tersebut kemudian meningkat 4% menjadi 5.605.414 penumpang pada 2025.

"Per harinya, volume penumpang KA Jarak Jauh yang naik dan turun di Stasiun Lempuyangan mencapai 12.586 penumpang, sedangkan KRL Commuterline Yogyakarta-Palur sebanyak 4.500 penumpang. Selain angkutan penumpang, Stasiun Lempuyangan juga melayani angkutan barang," ujarnya.

13 Rumah Perusahaan Ditertibkan

Perluasan kawasan Stasiun Lempuyangan juga diikuti penertiban terhadap 13 rumah perusahaan yang sebelumnya berada di kawasan tersebut.

Feni memastikan bangunan-bangunan tersebut bukan Bangunan Warisan Budaya maupun Cagar Budaya.

Menurut dia, hal tersebut telah dinyatakan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja. Ke-13 rumah perusahaan itu disebut tidak tercantum dalam Daftar Bangunan Warisan Budaya Daerah Kota Jogja maupun data Cagar Budaya hingga saat ini.

"Dari 13 rumah perusahaan tersebut, 11 rumah telah dirobohkan, dua rumah akan dipertahankan tetap berdiri sesuai arahan dan rekomendasi Disbud Kota Jogja," katanya.

Feni mengatakan seluruh proses penataan dan perluasan kawasan Stasiun Lempuyangan telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional kereta api sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Lempuyangan Disiapkan Jadi Simpul Integrasi

Ke depan, kawasan Stasiun Lempuyangan akan dikembangkan sebagai simpul integrasi antarmoda. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Penataan kawasan juga diharapkan memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi lokal di Jogja dan sekitarnya.

"Penataan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan wisatawan dalam aksesibilitas transportasi yang ke depannya akan dikembangkan menjadi simpul integrasi antarmoda yang ideal untuk mendukung mobilitas," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |