Newswire Rabu, 23 September 2026 08:27 WIB

Foto ilustrasi lahan pertanian diguyur hujan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Rabu. Meski demikian, kondisi cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG Adelia Febby mengatakan terdapat sirkulasi siklonik atau pusaran angin di Samudera Pasifik utara Papua dan pesisir selatan Vietnam. Kondisi tersebut memicu pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah.
Wilayah yang terdampak kondisi tersebut meliputi Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.
“Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” kata Adelia dalam siaran yang dipantau dari Jakarta, Rabu.
Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Kota
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan petir berpotensi terjadi di Pontianak dan Tanjung Selor.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Medan. Adapun hujan ringan berpotensi terjadi di Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, dan Bandung.
Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan sedang berpotensi terjadi di Nabire. Sementara hujan ringan diprakirakan turun di Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya.
BMKG mengingatkan masyarakat bahwa hujan lebat masih dapat terjadi secara lokal meskipun kondisi kering secara umum masih mendominasi wilayah Indonesia.
Udara Kabur di Sejumlah Wilayah
Selain potensi hujan, BMKG juga memprakirakan kondisi udara kabur di sejumlah daerah.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan serta Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur. Udara kabur juga berpotensi terjadi di Sorong dan Manokwari.
Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara, BMKG turut mengingatkan adanya potensi awan hujan atau cumulonimbus di sejumlah wilayah.
Potensi tersebut berada di Sumatera, Laut Natuna Utara, Kalimantan, Sulawesi, Selat Makassar bagian utara, Papua, serta Samudera Pasifik utara Papua.
Masyarakat pengguna transportasi udara diimbau mengikuti informasi terbaru dari bandara dan maskapai penerbangan terkait perkembangan kondisi cuaca.
Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjadi
Di sektor maritim, BMKG mencatat angin di wilayah Indonesia secara umum bertiup dengan kecepatan 5 hingga 25 knot.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.
Potensi gelombang tinggi tersebut juga terdapat di Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.
BMKG meminta masyarakat menyesuaikan aktivitas dan perjalanan dengan kondisi cuaca. Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































