KA Harina tabrak mobil di perlintasan tanpa palang Mranggen Demak, sopir asal Semarang tewas, perjalanan kereta terlambat 102 menit. - Espos.
Harianjogja.com, DEMAK—Kecelakaan KA Harina di perlintasan tanpa palang pintu Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Demak, menewaskan seorang pengemudi mobil asal Kota Semarang, Minggu (15/2/2026). Korban bernama Sarmidi, 55, meninggal dunia di lokasi setelah mobilnya tertemper kereta api.
Insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 08.48 WIB di jalur rel KM 13,200 JPL 16, tepatnya di perlintasan sebidang RT 007/RW 004 Desa Brumbung yang tidak dilengkapi palang pintu. Mobil mengalami kerusakan parah akibat benturan keras dengan rangkaian kereta.
Kapolres Demak, Arrizal Samelino, menjelaskan kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Gran Max yang dikemudikan korban melaju dari arah Ngemplak menuju Mranggen.
"Pengemudi mobil itu sebenarnya sudah diperingatkan oleh warga, ada kereta yang akan melintas, namun kendaraan tetap saja melaju," ujar AKBP Arrizal dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Minggu.
Jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. KA Harina menghantam mobil hingga terseret dan kemudian menabrak pos penjagaan perlintasan.
Akibat kejadian tersebut, seorang warga Mranggen bernama Bowo Setiyawan, 34, yang sedang beristirahat di pos penjagaan turut terdampak. Ia mengalami luka berat setelah tertimpa mobil yang terseret hingga ke bangunan tersebut.
"Pengemudi mobil yang tertemper KA Harina meninggal dunia di lokasi kejadian. Satu warga yang terdampak sudah dibawa ke Rumah Sakit Pelita Anugrah Mranggen," ungkapnya.
Mobil Gran Max bernomor polisi H 1051 VA mengalami kerusakan berat. Polisi memperkirakan kerugian materiil akibat kecelakaan KA Harina di Mranggen tersebut mencapai sekitar Rp80 juta. Aparat juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden di perlintasan tanpa palang pintu itu.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut KA Harina relasi Surabaya Pasarturi–Bandung tertemper mobil di wilayah Mranggen.
Akibat kejadian itu, rangkaian kereta harus menjalani pemeriksaan sarana di lokasi sehingga perjalanan terganggu. KAI menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan insiden tersebut.
KA Harina tercatat mengalami keterlambatan selama 102 menit. Selain itu, jalur hilir sempat tidak dapat dilalui kereta api hingga proses evakuasi dan perbaikan selesai dilakukan.
"Hasil pemeriksaan, lokomotif dan kereta pembangkit KA Harina mengalami kerusakan dan diganti di Stasiun Semarang Tawang. Jalur hilir sempat tidak bisa dilewati perjalanan kereta api. Tapi setelah dilakukan perbaikan, jalur hilir lokasi tersebut dinyatakan sudah normal lagi," tukas Luqman, terkait dampak kecelakaan KA Harina di perlintasan Mranggen tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































