Junta Myanmar Lepas Tembakan Peringatan ke Konvoi Palang Merah China

1 day ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 19:10 WIB

Junta militer akui melepaskan tembakan peringatan terhadap konvoi sembilan kendaraan yang membawa bantuan dari Palang Merah China untuk korban gempa Myanmar. Junta militer akui melepaskan tembakan peringatan terhadap konvoi sembilan kendaraan yang membawa bantuan dari Palang Merah China untuk korban gempa Myanmar. (AFP/Ye Aung Thu).

Jakarta, CNN Indonesia --

Junta militer mengaku melepaskan tembakan peringatan terhadap konvoi sembilan kendaraan yang membawa bantuan dari Palang Merah China untuk korban gempa Myanmar.

Juru bicara junta Mayjen Zaw Min Tun mengatakan insiden itu terjadi ketika konvoi itu melintas di kota Nawnghkio, Shan, pada Selasa (1/4) malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Personel tentara yang bersangkutan melepas tembakan ketika kendaraan itu berusaha menerobos pos pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berusaha menghentikan konvoi itu, tetapi mereka menolak untuk berhenti," jelas Zaw Min Tun, seperti diberitakan Myanmar Now pada Rabu (2/4).

"Setelah itu, kami melepaskan tembakan peringatan dari jarak sekitar 100 meter, dan kami mengetahui mereka melarikan diri kembali ke Nawnghkio," lanjutnya.

Zaw Min Tun menambahkan konvoi itu mendapat tembakan peringatan karena menggunakan truk berpelat nomor Myanmar dan tidak memiliki surat persetujuan perjalanan dari junta militer.

Ia juga memastikan junta akan menyelidiki insiden tersebut untuk mengungkap alasan lebih rinci dari tembakan tersebut.

Konvoi Palang Merah China itu membawa pasokan bantuan penting untuk membantu pemulihan usai gempa pekan lalu. Bantuan itu ditujukan kepada korban terdampak di Mandalay dan wilayah lain.

Lokasi tembakan peringatan itu berada di dekat Ohn Ma Thee, sebuah desa yang terletak sekitar 16 kilometer dari kota Nawnghkio. Kawasan itu masih di bawah kendali kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).

Daerah itu juga menjadi zona konflik aktif. Junta militer bahkan dilaporkan sempat mengebom dua desa di sana pada Senin (31/3) dan melukai lima warga sipil.

Penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter pada tanggal 28 Maret diperkirakan akan melampaui 3.000.

Pada 1 April, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 2.719 dengan 4.521 orang terluka, dan 441 orang hilang.

Gempa bumi, yang terjadi sekitar jam makan siang pada tanggal 28 Maret, adalah yang terkuat yang melanda negara Asia Tenggara tersebut dalam lebih dari satu abad.

Gempa merobohkan pagoda kuno dan bangunan modern, serta menghantam kota kedua Myanmar, Mandalay, serta Naypyitaw, ibu kota yang dibangun khusus oleh junta sebelumnya untuk menjadi benteng yang tidak dapat ditembus.

(frl/sfr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |