Jogja Bidik Lonjakan Wisatawan Capai 11,8 Juta di 2026

3 hours ago 1

Jogja Bidik Lonjakan Wisatawan Capai 11,8 Juta di 2026 Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja. - Harian Jogja - Gigih M Hanafi

Harianjogja.com, JOGJA—Tren kunjungan wisata ke Kota Jogja diperkirakan terus menanjak pada 2026 setelah tahun sebelumnya mencatat 10,7 juta wisatawan pada 2025. Pemerintah Kota Jogja kini memproyeksikan angka kunjungan dapat mencapai kisaran 11 juta hingga 11,8 juta wisatawan.

Peningkatan tersebut didorong penguatan strategi destinasi dan event pariwisata yang terus digencarkan di wilayah di Kota Jogja. Sejumlah program berbasis festival hingga pengembangan kampung wisata menjadi motor utama dalam menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja, M. Zandaru Budi, menegaskan optimisme itu tidak lepas dari pengembangan konsep wisata yang lebih terstruktur dan berbasis event. Salah satunya melalui penguatan sport tourism dan agenda besar tahunan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah event seperti Malioboro Run dan festival layang-layang yang dinilai mampu memperluas daya tarik wisata. Selain itu, konsep city of festival terus diperkuat dengan menghadirkan agenda rutin sepanjang tahun.

“Event unggulan seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 rencananya akan dipusatkan di kawasan Malioboro agar mampu menampung lebih banyak pengunjung,” kata Zandaru, di Kota Jogja.

Ia menambahkan, penempatan event di kawasan strategis di Kota Jogja diharapkan mampu memperkuat citra kota sebagai destinasi festival sekaligus meningkatkan kapasitas kunjungan wisata.

Di sisi lain, pengembangan kawasan cagar budaya juga menjadi fokus penguatan destinasi. Kawasan di Kota Baru diarahkan bernuansa kolonial, sementara Kotagede diperkuat sebagai pusat sejarah Mataram Islam untuk memperkaya pilihan wisata.

Strategi ini sekaligus bertujuan mengurangi kepadatan wisatawan yang selama ini terpusat di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Zandaru juga menyoroti penguatan kampung wisata yang kini diarahkan pada standar lebih tinggi. Pemkot Jogja menjadikan Desa Wisata Penglipuran di Bali sebagai acuan pengembangan.

“Kita berpreseden pada yang paling bagus di Indonesia, yaitu Penglipuran. Ke depan akan menjadi kiblat kita. Jika bisa mencapai 20 sampai 30 persen dari standar Penglipuran, itu sudah cukup bagus,” ujarnya.

Saat ini terdapat 46 kampung wisata di Kota Jogja, dengan 17 di antaranya sudah aktif berkembang seperti Rejowinangun, Purbayan, dan Cokrodiningratan. Penguatan pendampingan juga terus dilakukan melalui tenaga ahli agar pengelolaan lebih profesional.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Jogja berharap pertumbuhan wisata tahun ini dapat terus meningkat dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |