IHSG Tertekan Jelang RDG BI, Cermati Saham BIPI hingga SMRA

8 hours ago 10

Hafiyyan

Hafiyyan Selasa, 22 September 2026 08:27 WIB

IHSG Tertekan Jelang RDG BI, Cermati Saham BIPI hingga SMRA

Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 22–23 September 2026. Investor akan mencermati keputusan dan respons BI terhadap tekanan rupiah serta kenaikan imbal hasil obligasi global.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG melemah 0,88% ke level 6.384,73 pada perdagangan Senin (21/9/2026).

IHSG sempat menguat hingga 6.451,33 sebelum kembali melemah dan bergerak mendekati level terendah harian.

“Ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75% dan optimalisasi intervensi valas,” kata Reza dalam risetnya.

Menurut dia, investor akan memperhatikan respons BI terhadap tekanan terhadap rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi global dalam RDG tersebut.

Selain kebijakan BI, pasar juga mencermati sejumlah sentimen global. Pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menjadi perhatian investor.

Sektor Energi Jadi Penekan IHSG

Tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Senin terutama berasal dari sektor energi yang turun 2,2%. Sektor utilitas juga melemah 1,9%.

Sejumlah saham menjadi pemberat utama pergerakan indeks, yakni PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).

Reza mengatakan sentimen risk-off masih dipengaruhi harga minyak yang berada di sekitar US$100 per barel.

Selain itu, imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun masih bertahan mendekati 5% setelah sikap hawkish The Fed.

IHSG Berpotensi Uji Support 6.200–6.180

Dari sisi teknikal, IHSG telah mengalami breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah moving average (MA) 20 hari di level 6.410.

Indikator moving average convergence divergence (MACD) juga masih menunjukkan bearish crossover. Kondisi tersebut disertai histogram negatif yang semakin melebar.

Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguji area support 6.200–6.180.

Investor dinilai perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area support tersebut sebelum menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Selasa (22/9/2026), yakni:

BIPI — BUY: Rp150 | Target Rp158–Rp165 | Stop loss < Rp145
IRSX — BUY: Rp454 | Target Rp460–Rp475 | Stop loss < Rp430
GDST — BUY: Rp139 | Target Rp149–Rp153 | Stop loss < Rp135
SMRA — SELL: Rp268 | Target Rp258

Rekomendasi tersebut merupakan pandangan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |