Girder Tol Jogja Solo di Tikungan Ngawen Sleman Tuntas Terpasang

2 hours ago 1

Girder Tol Jogja Solo di Tikungan Ngawen Sleman Tuntas Terpasang Mobilisasi girder ke span P56-P57 dan potret girder yang telah terpasang. - Istimewa // PT Adhi Karya

Harianjogja.com, SLEMAN— Pekerjaan pemasangan struktur utama Tol Jogja–Solo di area Tikungan Ngawen, perbatasan Ring Road Utara dan Barat, rampung setelah pemasangan 13 girder pada pilar 56 hingga 57 selesai sesuai target. Tahapan ini menjadi bagian penting dari progres konstruksi paket 2.2 yang saat ini mulai bergeser ke span berikutnya.

Pekerjaan yang berlangsung di di Tikungan Ngawen, Sleman tersebut dilakukan selama tiga malam berturut-turut pada 16–18 April 2026 dengan sistem kerja malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas di kawasan ring road sempat diatur melalui skema buka tutup dan contraflow agar mobilitas kendaraan tetap berjalan.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai rencana teknis di lapangan.

"Alhamdulillah sesuai jadwal. Jadi sudah terpasang 13 girder di P56 sampai P57," katanya dikutip Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, pemasangan dilakukan secara bertahap selama tiga hari, mulai dari tiga girder hingga empat girder per malam sebelum akhirnya rampung di satu span tersebut. Pekerjaan kemudian akan dilanjutkan pada pekan berikutnya.

"Iya [bertahap], jadi kemarin itu tiga hari itu, pertama tiga girder, terus empat girder. Terus tadi bisa selesai lah semalam. Baru satu span itu, nanti kami lanjutkan lagi minggu depan, Kamis lagi," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pola kerja malam hari yang diterapkan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas di kawasan padat kendaraan tersebut.

"Rata-rata jam empat [selesai]. Tapi start tetap jam sembilan malam. Jam sembilan malam itu mulai tes kesehatan bagi pelaksana dan semua personil, kemudian baru persiapan. Akhirnya tetap eh prosesnya dari jam sembilan malam sampai jam empat pagi lah,"

Dalam pengaturan lalu lintas, skema yang digunakan bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi di lapangan antara buka tutup jalur dan contraflow.

"Kemarin belum sempat [contraflow], kemarin on-off, tapi tadi malam kelihatannya contraflow,"

Agung menambahkan bahwa proses mobilisasi girder dari lokasi penyimpanan menuju titik pemasangan sempat menyebabkan penutupan sementara jalur ring road, namun kondisi kembali normal setelah pengangkutan selesai.

"Alhamdulillah lancar ya. Jadi kan kami itu menggunakan ring road ketika memindahkan girdernya dari stokyard kami yang di sebelah timur perempatan Kronggahan ke barat ke tikungan Ngawen. Kalau pas ngangkatnya kan itu masih di dalam jadi enggak perlu tidak perlu penutupan,"

"Mobilisasi girdernya itu dari stokyard timur ke barat. Itu yang harus kadang kami tutup dulu tapi kan itu terus nanti jalan itu kendaraannya, trailernya itu. Terus begitu sampai di tikungan masuk, ya sudah kami buka lagi jalannya".

Ke depan, pekerjaan konstruksi akan bergeser ke arah timur dan mendekati aliran Sungai Bedog sebelum akhirnya kembali menuju kawasan ring road untuk penyelesaian dua span yang tersisa.

"[Pekan depan] masih di situ di sebelahnya mepet sungai Bedog dulu. Terus habis itu nanti kami baru ke mengarah ke ring road. Ada dua span yang belum terisi toh, ini baru dapat terisi satu. Pekan depan itu terisi mengisi yang itu lagi kemudian baru geser ke ring road," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |