Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock
Harianjogja.com, BANTUL—Wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,5 pada Selasa (17/3/2026) pagi. Meskipun kekuatan gempa tergolong kecil, pusat lindu yang berada di kedalaman dangkal menjadi perhatian otoritas terkait dalam pemantauan aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 07.22 WIB. Secara geografis, titik koordinat gempa terletak pada 8,94 Lintang Selatan dan 110,02 Bujur Timur, atau tepatnya berada di perairan samudera.
#Gempa Mag:2.5, 17-Mar-2026 07:22:43WIB, Lok:8.94LS, 110.02BT (121 km BaratDaya BANTUL-DIY), Kedlmn:7 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data pic.twitter.com/rvGfFWYQwe
Pusat gempa tersebut berlokasi sekitar 121 kilometer arah selatan dari pusat Kabupaten Bantul. Dengan kedalaman yang hanya mencapai 7 kilometer, getaran ini memiliki karakteristik gempa dangkal yang secara teoretis dapat dirasakan lebih jelas di permukaan dibandingkan gempa di kedalaman menengah, meski dengan magnitudo rendah.
Pihak BMKG menegaskan bahwa parameter gempa yang dirilis saat ini masih mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Oleh karena itu, data tersebut bersifat dinamis dan sangat mungkin mengalami perubahan atau pemutakhiran seiring dengan masuknya data tambahan dari berbagai stasiun pemantau gempa lainnya.
Beruntung, hingga berita ini disusun, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban luka yang timbul akibat guncangan tersebut. Aktivitas warga di wilayah pesisir Bantul dan sekitarnya terpantau tetap berjalan normal tanpa adanya kepanikan yang menonjol.
Masyarakat diminta untuk tidak menelan mentah-mentah kabar yang beredar di media sosial tanpa adanya verifikasi sumber yang jelas. BMKG secara rutin mengimbau warga DIY agar tetap tenang serta selalu merujuk pada kanal informasi resmi guna mendapatkan perkembangan terkini terkait fenomena geologi di wilayah selatan Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































