
Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ancaman kabut asap lintas negara kembali menjadi perhatian menjelang Formula 1 Singapura 2026. Kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan berpotensi membawa asap ke Singapura ketika kondisi kering masih berlangsung di kawasan tersebut.
Situasi ini mengingatkan pada penyelenggaraan F1 Singapura 2019. Ketika itu, sekitar 268.000 penonton tetap menghadiri balapan meski kualitas udara terdampak kabut asap dan penyelenggara menyiapkan tenaga medis serta masker N95.
Kini, potensi gangguan serupa kembali dipantau. Meteorological Service Singapore pada 17 Agustus memperingatkan bahwa kebakaran yang semakin intensif di Sumatra dan Kalimantan, ditambah kondisi kering, dapat meningkatkan risiko kabut asap di Singapura.
Singapore GP Sudah Siapkan Rencana Kontingensi
Dilansir dari CNA, potensi kabut asap telah dimasukkan dalam rencana kontingensi penyelenggaraan Singapore Grand Prix.
Juru bicara Singapore GP mengatakan rencana tersebut disusun dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan serta lembaga pemerintah. Jika kabut asap mengganggu jarak pandang, kesehatan masyarakat, atau operasional acara, penyelenggara akan berkoordinasi dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.
Pemerintah Singapura juga memiliki Haze Task Force yang terdiri atas 28 lembaga dan dipimpin National Environment Agency (NEA). Tim lintas lembaga ini menyiapkan respons berdasarkan kondisi kualitas udara, termasuk parameter PSI dan PM2.5.
Jika kondisi udara memburuk, langkah antisipasi dapat mencakup penyediaan bantuan medis dan masker N95 di lokasi acara. Penonton, pembalap, kru, dan staf juga akan mendapatkan informasi mengenai perkembangan kualitas udara.
Kondisi Udara Singapura Bisa Memburuk
Saat ini, risiko kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kondisi di Singapura. Data NEA menunjukkan hotspot dan kepulan asap terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Pada pembaruan 21 Agustus, NEA melaporkan kepulan asap sedang hingga tebal di Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak. Kepulan asap juga terpantau berasal dari sejumlah kelompok hotspot di Kalimantan, sementara asap ringan hingga sedang terlihat di bagian tengah dan selatan Sumatra.
NEA juga memperkirakan kondisi kering masih berlanjut di sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan dalam beberapa hari berikutnya. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas hotspot dan risiko kabut asap lintas negara.
Di Singapura, PSI 101 atau lebih sudah masuk kategori tidak sehat. Dampak kabut asap terhadap kesehatan juga bergantung pada tingkat polusi, durasi paparan, serta kondisi kesehatan masing-masing orang.
Acara Luar Ruangan Ikut Bersiap
Ancaman kabut asap tidak hanya menjadi perhatian Singapore GP. Penyelenggara sejumlah acara luar ruangan di Singapura juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.
Beberapa acara dapat menyesuaikan format, operasional, atau informasi bagi pengunjung berdasarkan kondisi dan panduan pemerintah. Penyelenggara Singapore Night Festival, misalnya, juga memantau kualitas udara dan membuka kemungkinan relokasi atau pembatalan program demi keselamatan publik.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa potensi kabut asap mulai diperlakukan sebagai faktor operasional penting menjelang rangkaian kegiatan luar ruangan di Singapura.
F1 Singapura Digelar Oktober
Singapore Grand Prix 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Marina Bay. Hingga kini, belum ada keputusan untuk membatalkan atau mengubah penyelenggaraan balapan akibat ancaman kabut asap.
Risiko tersebut masih dipantau berdasarkan perkembangan kebakaran, arah angin, curah hujan, serta kualitas udara. Meteorological Service Singapore memperkirakan kondisi kering di kawasan tersebut masih dapat bertahan, sementara angin dominan dari tenggara atau barat daya berpotensi membawa asap dari wilayah kebakaran menuju Singapura jika kondisinya memburuk.
Bagi penonton dari Indonesia yang berencana menyaksikan F1 Singapura secara langsung, perkembangan kualitas udara menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan menjelang keberangkatan.
Kabut Asap Jadi Pengingat Dampak Kebakaran Lintas Negara
Potensi kabut asap di Singapura kembali menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat menimbulkan dampak yang melampaui batas wilayah.
Sumatra dan Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang dipantau karena aktivitas kebakaran di wilayah tersebut dapat menghasilkan asap yang terbawa angin ke negara-negara tetangga.
Bagi penyelenggara F1, persoalannya bukan hanya mengenai kenyamanan penonton. Jarak pandang, kesehatan pembalap dan kru, serta kelancaran operasional sirkuit juga menjadi pertimbangan apabila kualitas udara mengalami penurunan signifikan.
Karena itu, pemantauan kondisi udara dan koordinasi lintas lembaga akan menjadi bagian penting menjelang balapan. Pengalaman 2019 menjadi pengingat bahwa kabut asap dapat menjadi persoalan serius bagi salah satu agenda olahraga terbesar di Singapura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558829/original/015961100_1776485350-IMG_20260418_120558_524.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
