Jemaah calon haji mengikuti upacara pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023). - Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa manfaat ekonomi dari penyelenggaraan embarkasi haji di Kulonprogo akan menjangkau seluruh pelaku usaha hotel di kawasan tersebut, meskipun hanya dua hotel yang berfungsi sebagai asrama.
Pernyataan ini menanggapi harapan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat agar lebih banyak hotel yang dilibatkan.
Kemenhaj memastikan bahwa efek domino dari kebijakan ini tidak hanya dinikmati oleh Novotel dan Ibis sebagai asrama resmi.
"Justru ekosistem ekonomi haji yang embarkasi Kulonprogo ini dapatnya ke hotel-hotel selain Ibis dan Novotel. Kenapa? Karena jemaah biasanya bawa keluar dan tidak mungkin di Ibis atau Novotel karena harus steril," ujar Tenaga Ahli Kemenhaj, Abdul Rahman Syahputra pada Minggu (30/11/2025).
Dijelaskannya, selama masa embarkasi, Novotel dan Hotel Ibis akan disterilkan dan dikhususkan untuk jemaah, sehingga tidak menerima tamu lain. Kondisi ini justru akan mengalirkan manfaat kepada hotel lain.
Kemenhaj menyoroti tradisi masyarakat Indonesia di mana keberangkatan jemaah haji biasanya diantar oleh keluarga dalam jumlah besar. "Otomatis pengantar akan nyebar ke hotel-hotel sekitar," lanjut Abdul Rahman.
Lebih rinci, Abdul Rahman memaparkan, "Satu orang jemaah diantarkan dua mobil hingga tiga mobil sampai menginap ketika hendak berangkat dan mereka tentu menginap bukan di Hotel Ibis dan Novotel." Berdasarkan realitas ini, Kemenhaj meminta PHRI Kulonprogo tidak perlu khawatir, sebab efek ekosistem ekonomi di sekitar embarkasi Kulonprogo dipastikan akan terjadi.
Kemenhaj juga menekankan bahwa inovasi penggunaan hotel di Kulonprogo ini merupakan yang pertama di Indonesia, menggantikan model asrama haji konvensional. Inovasi ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain, bahkan berpotensi menghemat anggaran negara. "Mudah-mudahan kalau ini lancar bisa menginspirasi kota lain, atau di embarkasi lain, tidak perlu mengajukan pembangunan Asrama Haji," kata Abdul Rahman.
Sebelumnya, harapan agar lebih banyak hotel yang terlibat disampaikan oleh Ketua PHRI Kulonprogo, Sumantoyo. "Nah, kalau saya kan tentu saja harapannya mestinya semua hotel ditempati ketika musim haji 2026 nanti," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































