Dominan di Balapan Utama, Bezzecchi Rapuh di Sprint Race

4 hours ago 6

Harianjogja.com, JOGJA—Marco Bezzecchi tengah menjadi sorotan setelah mencatatkan tiga kemenangan beruntun di balapan utama MotoGP 2026. Hasil tersebut mengantarkannya ke puncak klasemen sementara dengan keunggulan tipis empat poin.

Namun, dominasi di hari Minggu belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan utuh pembalap Aprilia tersebut. Dalam sesi Sprint Race yang digelar pada Sabtu, Bezzecchi justru menunjukkan performa yang kurang konsisten.

Dari tiga seri awal musim ini, ia tercatat dua kali terjatuh saat Sprint Race. Catatan tersebut menjadi perhatian serius tim karena berpotensi menggerus poin yang sangat krusial dalam perebutan gelar.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai Bezzecchi memiliki kemampuan luar biasa, terutama dalam memahami karakter motor.

“Marco adalah pembalap yang sangat sensitif dan punya pemahaman mendalam terhadap motor. Ia punya bakat alami, sebuah anugerah yang tidak main-main,” ujar Rivola dikutip dari Sky Italia.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan komunikasi Bezzecchi dengan tim menjadi nilai tambah dalam pengembangan motor.

“Selain pekerja keras, dia tahu persis bagaimana menjelaskan apa yang dia rasakan di atas motor kepada para mekanik,” katanya.

Meski demikian, Rivola menegaskan ada satu aspek yang harus segera dibenahi, yakni manajemen balapan sepanjang akhir pekan, khususnya di Sprint Race.

“Dia perlu memperbaiki manajemen akhir pekan balapnya. Lihat saja sesi Sprint, dia jatuh dua kali dari tiga balapan, padahal dia bisa menang atau podium di sana,” tegasnya.

Menurut Rivola, kelemahan tersebut berkaitan dengan faktor pengalaman. Bezzecchi dinilai masih beradaptasi dengan tekanan sebagai pemimpin klasemen dan ekspektasi tinggi setelah kemenangan beruntun.

“Ini bagian dari proses belajar. Dia belum pernah menang sebanyak ini secara berturut-turut sebelumnya,” ungkapnya.

Persaingan di dalam tim Aprilia juga semakin menarik. Jorge Martin terus membayangi di posisi kedua klasemen setelah bangkit dari cedera musim lalu. Selisih poin yang tipis membuat persaingan keduanya diprediksi berlangsung ketat hingga akhir musim.

Situasi semakin kompleks setelah muncul kabar bahwa Martin telah menjalin kesepakatan dengan Yamaha untuk musim 2027. Kondisi ini membuka peluang bagi Aprilia untuk lebih fokus mendukung Bezzecchi dalam perburuan gelar.

Jika mampu memperbaiki performa di Sprint Race, peluang Bezzecchi untuk meraih gelar juara dunia terbuka lebar. Namun, jika kesalahan serupa terus terulang, keunggulannya di klasemen bisa hilang dalam waktu singkat.

Dengan persaingan yang semakin sengit, setiap poin menjadi penentu. Konsistensi di semua sesi balapan kini menjadi kunci bagi Bezzecchi untuk mempertahankan posisinya di puncak MotoGP 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |