DIY Resmi Jadi Embarkasi Haji, 26 Kloter dari YIA

1 day ago 4

DIY Resmi Jadi Embarkasi Haji, 26 Kloter dari YIA Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, H. Jauhar Mustofa (pertama dari kanan) memaparkan terkait dengan embarkasi haji DIY dalam Podcast Harian Jogja bertajuk Jogja Menuju Embarkasi Haji: Layanan Baru, Harapan Baru pada Senin (2/2 - 2026). / IST

Harianjogja.com, JOGJA—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi bersiap menjadi embarkasi haji baru pada 2026 dengan 26 kloter dijadwalkan berangkat melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Penetapan embarkasi haji DIY ini diharapkan menghadirkan layanan lebih nyaman sekaligus mengurangi kepadatan di embarkasi sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, H. Jauhar Mustofa, menyebut penunjukan DIY sebagai embarkasi haji ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Agama pada 22 Oktober 2025 dan sejak saat itu seluruh persiapan dimatangkan.

“Sejak SK itu diterima, DIY resmi ditunjuk sebagai embarkasi haji baru. Artinya, persiapan harus segera dimatangkan karena waktu pelaksanaan haji sudah semakin dekat,” katanya dalam Podcast Harian Jogja bertajuk Jogja Menuju Embarkasi Haji: Layanan Baru, Harapan Baru pada Senin (2/2/2026).

Ia mengungkapkan, gagasan menjadikan Jogja sebagai embarkasi haji sebenarnya telah dirintis sejak 2019. Wacana tersebut semakin menguat seusai pandemi Covid-19, seiring kebutuhan pemerataan layanan dan pengurangan kepadatan di embarkasi yang sudah ada.

“Kami sudah menggagas rencana ini sejak 2019, termasuk kajian pembangunan asrama haji. Alhamdulillah, Ngarsa Dalem juga telah memberikan tanah Sultan Ground seluas sekitar 7 hektare di wilayah Kokap, Kulonprogo, untuk rencana pembangunan asrama haji,” katanya.

Namun, karena keterbatasan skema penganggaran, sejak akhir 2023 hingga awal 2024 Kemenhaj DIY mengubah konsep layanan dengan mengoptimalkan hotel-hotel komersial di sekitar YIA sebagai bagian dari fasilitas embarkasi.

“Pendekatan ini akhirnya disetujui pemerintah pusat dan pada 2025 Jogja ditetapkan sebagai embarkasi haji,” katanya.

Selama ini, jemaah haji DIY diberangkatkan melalui Embarkasi Solo di Donohudan, Boyolali. Menurut Jauhar, embarkasi tersebut menanggung beban besar dengan jumlah kloter mencapai sekitar 95 kloter setiap musim haji.

“Di Embarkasi Solo itu bisa sampai lima kloter diberangkatkan dalam satu hari. Kondisinya sangat padat dan tentu berdampak pada kenyamanan layanan jemaah,” katanya.

Dengan hadirnya embarkasi haji DIY, diharapkan kepadatan tersebut dapat terurai, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah dari wilayah selatan Jawa.

“Bandara YIA sangat representatif dan berstandar internasional. Secara teknis dan fasilitas, sangat memenuhi syarat untuk embarkasi haji,” katanya.

Untuk musim haji 2026, pemerintah pusat menetapkan 26 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi DIY. Keputusan tersebut diambil dalam rapat perencanaan kloter pada Januari 2026.

“Sebanyak 26 kloter akan diberangkatkan dari YIA. Kloter ini tidak hanya berasal dari kabupaten dan kota di DIY, tetapi juga dari wilayah Kedu Raya,” katanya.

Keberadaan embarkasi haji DIY melalui YIA ini diharapkan menjadi tonggak kemandirian layanan haji di daerah, menghadirkan sistem keberangkatan yang lebih efisien serta pelayanan yang lebih manusiawi bagi jemaah pada musim haji 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |