Dentuman Bandung Dikaitkan Anak Krakatau, Ini Kata BMKG

1 hour ago 2

Newswire

Newswire Sabtu, 05 September 2026 12:37 WIB

Dentuman Bandung Dikaitkan Anak Krakatau, Ini Kata BMKG

Dentuman di Bandung disebut BMKG tak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Simak penjelasan soal gempa, skyquake, dan kemungkinan penyebabnya. /Antara.

Harianjogja.com, BANDUNG— Suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat (5/9) hingga Sabtu dini hari sempat dikaitkan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berlangsung bersamaan dengan munculnya dentuman di Bandung Raya tidak menunjukkan adanya hubungan dengan suara yang didengar masyarakat.

“Tapi kalau di Kota Bandung, menurut saya terlalu jauh untuk mendengar aktivitas dari letusan Gunung Krakatau yang kejadiannya seperti kemarin,” kata Suadi di Bandung, Sabtu.

BMKG Tidak Merekam Gempa Saat Dentuman Terdengar

Penjelasan BMKG tersebut diperkuat dengan hasil pemantauan aktivitas kegempaan di wilayah Bandung Raya. Suaidi mengatakan tidak terdapat rekaman gempa ketika masyarakat melaporkan terdengarnya suara dentuman.

Pemantauan tersebut mencakup sejumlah sesar aktif yang berada di kawasan Bandung dan sekitarnya, termasuk Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri.

“Tapi fenomena hari ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di sesar aktif, Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun beberapa sesar lainnya pada saat itu di wilayah Bandung Raya,” ujar Suaidi.

Dengan hasil pemantauan tersebut, BMKG belum menemukan aktivitas gempa yang dapat menjelaskan secara langsung sumber dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya.

Dentuman Bisa Berkaitan dengan Fenomena Geofisika

Meski tidak menemukan rekaman gempa pada saat kejadian, BMKG menjelaskan bahwa suara dentuman bukan fenomena yang selalu berkaitan dengan letusan gunung api.

Suaidi menyebut sejumlah fenomena geofisika dapat menghasilkan suara serupa. Beberapa di antaranya adalah swarm earthquake atau rangkaian gempa kecil, gempa yang berkaitan dengan aktivitas kawasan karst, serta gempa yang dipicu oleh runtuhan.

“Gempa-gempa akibat runtuhan, gempa-gempa akibat* swarm*, dan gempa-gempa kecil itu bisa menghasilkan dentuman,” katanya.

Fenomena suara dentuman serupa, menurut Suaidi, sebelumnya juga pernah terdengar di wilayah Cianjur. Kejadian tersebut termasuk ketika berlangsung gempa Cianjur pada 2025.

Fenomena Skyquake Masih Perlu Diteliti

BMKG menilai sumber suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya kali ini belum dapat dipastikan. Fenomena tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dari berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan kebumian.

Suaidi mengatakan kajian lanjutan diperlukan oleh para peneliti di bidang sains kebumian, geofisika, dan meteorologi untuk mengetahui penyebab fenomena tersebut.

“Ini memang belum terjawab, tapi ada literatur yang menjelaskan bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin berkaitan dengan adanya aktivitas gas metana yang ada di danau purba,” ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan pemantauan BMKG, dentuman yang dilaporkan terdengar di Bandung Raya tidak menunjukkan keterkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga saat ini, penyebab pasti fenomena tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |