Cuaca Jogja 25 Agustus Cerah, Risiko Kebakaran Lahan Meningkat

2 hours ago 2

Cuaca Jogja 25 Agustus Cerah, Risiko Kebakaran Lahan Meningkat

Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (25/8/2026) didominasi kondisi cerah. Di tengah cuaca yang cenderung kering, masyarakat diminta tetap mewaspadai suhu panas dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi kering memang masih menjadi perhatian BMKG secara nasional. Dalam prakiraan periode 25-31 Agustus 2026, BMKG menyebut kemarau semakin meluas, sementara pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mendukung kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia. (BMKG)

Berdasarkan prakiraan cuaca DIY untuk Selasa (25/8/2026), berikut kondisi di lima kabupaten/kota:

Kota Jogja: cerah, suhu 22–32 derajat Celsius, kelembapan 43–86%.

Sleman: cerah, suhu 22–31 derajat Celsius, kelembapan 45–88%.

Bantul: cerah, suhu 21–31 derajat Celsius, kelembapan 53–92%.

Gunungkidul: cerah, suhu 22–30 derajat Celsius, kelembapan 52–84%.

Kulon Progo: cerah, suhu 21–29 derajat Celsius, kelembapan 58–90%.

Warga Diminta Waspadai Kebakaran

Kondisi udara yang kering membuat kewaspadaan terhadap sumber api perlu ditingkatkan. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah, dedaunan kering, atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di area terbuka yang memiliki banyak material mudah terbakar.

Puntung rokok juga perlu dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang. Hal ini terutama perlu diperhatikan ketika berada di kawasan yang dipenuhi rumput kering, vegetasi, atau berada di tepi jalan.

Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan pemantik api maupun bahan yang mudah terbakar di sekitar rumah dan kebun.

Selain risiko kebakaran, cuaca panas juga perlu diantisipasi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Ketika suhu siang hari dapat mencapai 32 derajat Celsius, masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih.

Apabila menemukan asap atau titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

BMKG juga mencatat kondisi kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Pada analisis dasarian II Agustus 2026, sebanyak 559 Zona Musim atau 79,9% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan sebagian besar wilayah mengalami curah hujan rendah dan sifat hujan di bawah normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |