COMMUNICATED Perkuat Kader TATAK Dampingi Pasien Kanker Payudara

2 hours ago 2

COMMUNICATED Perkuat Kader TATAK Dampingi Pasien Kanker Payudara Principal Investigator COMMUNICATED Martina Sinta Kristanti (kanan), Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan Prof. Dr. dr. Lina Choridah (tengah), dan Prof. Ari Natalia Probandari (kiri) sedang menyampaikan hasil riset di Auditorium FK-KMK Universitas Gadjah Mada pada Kamis (12/2 - 2026).

Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek penelitian Collaborative cOMMUNIty Care breAst cancEr inDonesia (COMMUNICATED) menggelar Diseminasi Hasil Riset di Auditorium FK-KMK Universitas Gadjah Mada pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan penelitian sekaligus mendorong pemanfaatannya dalam kebijakan, perencanaan program, dan praktik layanan kanker berbasis komunitas.

Riset COMMUNICATED yang dimulai sejak 2024 melibatkan 112 kader yang telah melaksanakan 430 sesi kunjungan rumah kepada sekitar 370 pasien di Yogyakarta dan Bali, ungkap Principal Investigator, Martina Sinta Kristanti, Ph.D. Proyek ini menghadirkan model edukasi Kader TATAK (Tangguh dan Tanggap Kanker) yang menggunakan media beragam, mulai dari buku, flipchart, hingga aplikasi web (http://communicated.id).

Temuan menunjukkan bahwa pendampingan kader TATAK selama dua hingga tiga minggu mampu menjaga kualitas hidup pasien kanker payudara metastasis tetap stabil. Dampak serupa terlihat pada pengasuh keluarga, dengan tingkat resiliensi yang terjaga. Sebaliknya, kelompok kontrol yang hanya menerima booklet informasi tanpa kunjungan kader mengalami penurunan kualitas hidup dan ketangguhan pengasuh secara signifikan.

Dalam rangkaian diseminasi, juga diluncurkan KOMPAK TATAK (Koordinasi dan Pendampingan Kader TATAK), yaitu program temu bulanan untuk penguatan kapasitas kader melalui pembaruan informasi dan pengetahuan.

“Kegiatan ini memberikan dukungan sosial, tidak hanya bagi pasien kanker payudara, tetapi juga pengasuh keluarga, melalui edukasi kader yang terstruktur,” ujar Martina dalam konferensi pers di FK-KMK UGM, Kamis.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, mengapresiasi proyek ini karena berhasil mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, konsep Kader TATAK sangat sesuai dengan kultur lokal Yogyakarta, melalui semangat Tonggo Jogo Tonggo.

“Sebagai radiolog di tim kanker, saya melihat dukungan psikososial ini penting selain terapi medis, karena berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup pasien secara menyeluruh,” tambah Prof. Lina.

Senada, Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Ari Natalia Probandari, menekankan pentingnya integrasi inovasi ini ke sistem pemerintah. Ia menyarankan agar model Kader TATAK diadopsi dalam program Integrasi Layanan Primer (ILP), yang melatih kader dengan 25 keterampilan standar. “Proyek COMMUNICATED dapat diteruskan dengan memanfaatkan kegiatan kunjungan rumah yang sudah ada di masyarakat,” kata Prof. Ari.

Melalui diseminasi ini, COMMUNICATED diharapkan memperkuat pemanfaatan bukti ilmiah untuk pengembangan kebijakan dan program kanker payudara, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas hidup pasien di komunitas secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |