BYD Siapkan EV Murah di Bawah Atto 1 Harga Rp200 Jutaan

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Rabu, 02 September 2026 12:07 WIB

BYD Siapkan EV Murah di Bawah Atto 1 Harga Rp200 Jutaan

Mobil BYD berbasis teknologi X-Pack Racco (Carnewschina)

Harianjogja.com, JOGJA—Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru untuk memperluas pangsa pasar global melalui peluncuran mobil listrik berharga terjangkau.

Model anyar tersebut disebut akan berada di bawah BYD Atto 1 dan diproyeksikan menjadi salah satu kendaraan listrik termurah yang dipasarkan secara internasional. Berdasarkan berbagai laporan industri otomotif, harga mobil ini diperkirakan berada di bawah 20.000 dolar Australia atau setara sekitar Rp200 jutaan.

Jika benar terealisasi, langkah tersebut dapat memperketat persaingan di segmen kendaraan listrik entry-level yang selama ini masih memiliki pilihan terbatas di banyak negara.

Mobil listrik murah itu disebut akan memanfaatkan pengembangan teknologi dari BYD Racco, kendaraan listrik mungil yang dirancang khusus untuk memenuhi regulasi kei-car di Jepang.

Segmen kei-car merupakan kategori kendaraan kompak yang mendapat berbagai insentif di Jepang dengan syarat dimensi dan tenaga tertentu. Kendaraan dalam kategori ini dibatasi memiliki panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, tinggi 2 meter, serta tenaga maksimal 47 kW.

BYD menjadi salah satu produsen non-Jepang yang berupaya masuk ke segmen tersebut dengan mengembangkan platform khusus yang berbeda dari model global mereka.

Salah satu inovasi utama yang digunakan adalah teknologi baterai X-Pack. Sistem ini mengintegrasikan inverter dan sejumlah komponen kelistrikan langsung ke dalam paket baterai yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan.

Pendekatan tersebut memungkinkan efisiensi ruang yang lebih baik sekaligus membantu menekan biaya produksi.

Teknologi X-Pack disebut tersedia dalam dua pilihan kapasitas baterai, yakni 22,4 kWh dan 35,6 kWh. Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan mampu menawarkan jarak tempuh antara 210 kilometer hingga 320 kilometer dalam sekali pengisian daya, tergantung spesifikasi yang digunakan.

Meski mengacu pada proyek Racco untuk pasar Jepang, model global yang tengah dipersiapkan diperkirakan tidak akan menggunakan desain microvan seperti versi kei-car.

Sebaliknya, BYD diperkirakan akan mengadopsi desain hatchback atau mini SUV yang lebih sesuai dengan selera konsumen di berbagai negara.

Strategi tersebut dinilai lebih realistis untuk menarik minat pasar global yang cenderung menyukai kendaraan kompak dengan tampilan modern dan fungsional.

Laporan Nikkei Asia menyebutkan bahwa teknologi yang dikembangkan dalam proyek ini juga dipersiapkan untuk memenuhi regulasi baru kendaraan perkotaan di Eropa.

Uni Eropa saat ini tengah mengembangkan kategori city car dengan batas dimensi tertentu untuk menciptakan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan di kawasan perkotaan.

Menariknya, regulasi tersebut semula dipandang sebagai salah satu upaya membatasi dominasi kendaraan murah asal Tiongkok. Namun BYD justru melihatnya sebagai peluang untuk memperluas pasar.

Keuntungan lain yang dimiliki BYD adalah pembangunan fasilitas produksi baru di Hungaria yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Kehadiran pabrik tersebut memungkinkan BYD memproduksi kendaraan langsung di Eropa sehingga dapat mengurangi dampak tarif impor yang selama ini menjadi tantangan bagi produsen otomotif asal Tiongkok.

Jika dipasarkan secara global, model baru ini akan menjadi pelengkap di bawah Atto 1 yang saat ini menjadi salah satu kendaraan listrik paling terjangkau dalam portofolio BYD.

Sebagai gambaran, Atto 1 versi standar dibekali baterai 30 kWh dengan motor listrik 65 kW dan memiliki jarak tempuh sekitar 220 kilometer.

Spesifikasi tersebut relatif berdekatan dengan potensi kendaraan berbasis X-Pack yang tengah dikembangkan.

Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, kehadiran kendaraan listrik dengan harga yang lebih rendah berpotensi mempercepat adopsi EV di kalangan masyarakat.

Selama ini harga kendaraan listrik masih menjadi salah satu hambatan utama bagi banyak konsumen untuk beralih dari mobil bermesin konvensional.

Karena itu, apabila BYD berhasil menghadirkan mobil listrik global dengan harga sekitar Rp200 jutaan, pasar kendaraan listrik dunia bisa mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |