Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menantang Kadin setempat untuk menjadi penggerak ekonomi daerah, memperkuat ekspor produk lokal dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja (naker), sambil mendorong kolaborasi erat antara pemerintah dan pengusaha.
Agung menyoroti performa ekspor produk lokal yang masih fluktuatif dan menekankan bahwa kendala utama bukan hanya kualitas, tetapi juga kontinuitas pasokan.
“Potensi ekspor kita masih di posisi yang 'tanggung' jika bicara soal kualitas, kuantitas, serta kontinuitas. Ekspor tidak cukup hanya barangnya bagus, tapi apakah jumlahnya memenuhi permintaan? Apakah sanggup menjaga pasokan terus-menerus? Saat ini, kita belum sampai di sana,” ujar Agung kepada media, Minggu (25/1/2026).
Sebagai strategi, Pemkab Kulonprogo menginisiasi shared branding atau merek kolektif untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar global. Produk ekspor seperti Kopi Menoreh dan gula semut diarahkan menggunakan identitas kolektif, sementara untuk pasar domestik pengusaha tetap boleh memakai merek pribadi.
“Kemarin kami menetapkan untuk persaingan bisnis lokal dan nasional pakai merek masing-masing, tapi kalau ekspor kita pakai merek Kopi Menoreh, kemudian gula semut untuk yang sudah siap,” tambah Agung.
Selain ekspor, Agung juga menyinggung persoalan ketenagakerjaan di Kulonprogo. Evaluasi dari dua kali pelaksanaan job fair menunjukkan partisipasi warga lokal justru kalah dibandingkan pelamar dari daerah tetangga seperti Bantul, Magelang, hingga Purworejo.
Agung menegaskan bahwa kendala bukan karena kurang sosialisasi, melainkan pola pikir tenaga kerja lokal.
“Warga luar daerah saja bisa tahu informasinya, jadi tidak mungkin warga kita tidak tahu. Ini lebih ke soal mindset tenaga kerja kita,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Kadin Kulonprogo, Kuswadi, berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan menarik lebih banyak investor. Ia menegaskan bahwa Kadin ke depan harus lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya.
Sebagai langkah awal pembenahan, Kadin Kulonprogo akan menggelar Musyawarah Kabupaten (Muscab) pada 11 April 2026, yang diharapkan menjadi momentum regenerasi kepengurusan sekaligus memperkuat visi bersama dengan hadirnya Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































