Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara - Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, BANYUMAS—Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas memperkuat kemitraan dengan petani dan mitra pengadaan untuk memastikan penyerapan gabah dan beras optimal selama panen raya Februari–April 2026.
Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Banyumas mengambil langkah strategis memperkuat kemitraan dengan petani dan mitra pengadaan menjelang panen raya yang diperkirakan berlangsung Februari hingga April 2026.
Pemimpin Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan seluruh mitra kerja untuk menyamakan persepsi dan menyiapkan komitmen penyerapan gabah dan beras di wilayah kerja meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
“Untuk persiapan penyerapan, kami telah mengumpulkan seluruh mitra kerja. Ini penting untuk memastikan kesiapan mitra menghadapi panen raya yang kemungkinan terjadi pertengahan Februari hingga April,” kata Prawoko, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, saat ini panen masih bersifat terbatas dan sporadis di beberapa wilayah, sehingga sebagian besar hasil panen masih diserap pasar setelah tidak adanya panen pada Desember 2025.
Bulog Banyumas tetap menargetkan penyerapan sesuai rencana dengan menggandeng mitra terdaftar, sekaligus membuka peluang bagi mitra baru. Tahun lalu tercatat sekitar 102 mitra, dan tahun ini jumlahnya berpotensi bertambah sehingga saluran penyerapan lebih luas.
“Penambahan mitra kerja akan meningkatkan kapasitas penyerapan gabah dan beras petani serta memperkuat kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan,” jelas Prawoko.
Dalam pelaksanaan penyerapan, Bulog Banyumas menetapkan harga beras Rp12.000 per kilogram dan gabah kering panen Rp6.500 per kilogram sesuai arahan Direktur Utama Perum Bulog, meskipun penugasan resmi pemerintah pusat masih dalam proses.
Prawoko menegaskan seluruh mitra diwajibkan mengikuti ketentuan kualitas gabah sesuai usia panen serta menjalani verifikasi oleh petugas penyuluh lapangan agar penyerapan berjalan sesuai standar. Mekanisme pembayaran kepada petani diarahkan transparan, baik melalui transaksi langsung maupun transfer lembaga keuangan, guna melindungi petani dari praktik pinjaman merugikan.
Ia optimistis dengan dukungan dan penambahan mitra kerja, target penyerapan 78.000 ton pada 2026 dapat tercapai. “Kami optimistis target penyerapan bisa tercapai seperti tahun sebelumnya, dengan dukungan mitra kerja yang semakin solid,” tegas Prawoko.
Selain penyerapan reguler, Bulog Banyumas juga menjalankan peran stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































