Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. / Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, MUNA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Muna dan Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Sabtu malam, dipicu aktivitas sesar aktif.
Gempa terjadi pada pukul 18.55 Wita dengan magnitudo 3,4. Episenter gempa berada di darat, sekitar 9 kilometer utara Kabupaten Muna, pada kedalaman 7 kilometer.
Berdasarkan peta guncangan BMKG, getaran dirasakan di wilayah Lasalepa dan Watopute di Kabupaten Muna serta Kecamatan Kusambi, Muna Barat, dengan intensitas II–III MMI atau getaran ringan yang terasa di dalam rumah.
Kepala BBMKG Wilayah IV Irwan Slamet mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 18.55 Wita. "Wilayah Lasalepa dan Watopute Kabupaten Muna, serta wilayah Kusambi Kabupaten Muna Barat diguncang gempa bumi tektonik," kata Irwan Slamet, Sabtu (3/1/2026) malam.
Dia menyebutkan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,4. Sedangkan, episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,75 Lintang Selatan (LS), 122,71 Bujur Timur (BT).
"Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 kilometer Utara Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 7 kilometer," ujarnya.
Irwan Slamet menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Kolaka South 1.
Irwan Slamet mengungkapkan bahwa berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Lasalepa dan Watopute Kabupaten Muna, serta Kecamatan Kusambi Kabupaten Mubar dengan skala intensitas II-III MMI.
"Atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan digantung bergoyang, dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu," ungkap Irwan Slamet.
Ia menjelaskan jika hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Hingga pukul 20.15 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan," jelasnya.
Irwan Slamet menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat hanya menerima informasi dari media atau kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
BMKG memastikan hingga pukul 20.15 Wita belum terpantau adanya gempa susulan dan belum menerima laporan kerusakan akibat kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara


















































