Bisakah Akupuntur Redakan Gangguan Cemas? Ini Penjelasannya

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA—Akupuntur semakin banyak dipilih sebagai terapi pendamping untuk membantu mengurangi gejala gangguan cemas. Metode pengobatan yang telah digunakan selama ribuan tahun ini dinilai berpotensi membantu tubuh lebih rileks, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi berbagai keluhan fisik yang kerap menyertai kecemasan. Meski demikian, akupuntur bukan pengganti pengobatan medis dan psikoterapi, melainkan terapi komplementer yang perlu dijalankan secara tepat.

Gangguan cemas menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang semakin sering dijumpai di masyarakat. Kondisi ini dapat ditandai dengan rasa khawatir berlebihan, sulit mengendalikan pikiran negatif, jantung berdebar, gangguan tidur, hingga kesulitan berkonsentrasi. Apabila berlangsung dalam waktu lama, gangguan cemas dapat memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, maupun produktivitas sehari-hari.

Bagaimana Akupuntur Bekerja?

Akupuntur merupakan metode pengobatan yang berasal dari Tiongkok. Terapi ini dilakukan dengan menusukkan jarum steril yang sangat halus pada titik-titik tertentu di tubuh atau titik akupunktur.

Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, akupuntur dipercaya membantu menyeimbangkan aliran energi atau Qi di dalam tubuh. Sementara dari sudut pandang kedokteran modern, terapi ini diduga bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga memicu pelepasan berbagai zat kimia alami tubuh yang berperan mengurangi rasa nyeri, meningkatkan relaksasi, serta memperbaiki suasana hati.

Mengapa Akupuntur Dikaitkan dengan Gangguan Cemas?

Saat seseorang mengalami kecemasan, tubuh berada dalam kondisi siaga yang berlebihan. Sistem saraf menjadi lebih aktif, detak jantung meningkat, otot menegang, dan produksi hormon stres seperti kortisol ikut meningkat.

Akupuntur diyakini dapat membantu menenangkan respons tubuh terhadap stres tersebut. Banyak pasien melaporkan merasa lebih rileks, lebih tenang, dan lebih nyaman setelah menjalani terapi secara rutin. Selain itu, terapi ini juga kerap dimanfaatkan untuk membantu mengatasi gangguan tidur yang sering dialami penderita gangguan cemas.

Manfaat Akupuntur bagi Penderita Gangguan Cemas

Sejumlah manfaat yang dikaitkan dengan terapi akupuntur bagi penderita gangguan cemas antara lain:

Membantu mengurangi tingkat kecemasan.

Meningkatkan kualitas tidur.

Mengurangi gejala fisik yang muncul akibat kecemasan.

Membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Apa Kata Penelitian?

Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan mengenai penggunaan akupuntur sebagai terapi komplementer bagi penderita gangguan cemas.

Salah satu studi kasus pada pasien Generalized Anxiety Disorder (GAD) menunjukkan adanya perbaikan tingkat kecemasan, kualitas tidur, serta kondisi fisik setelah menjalani beberapa sesi terapi akupuntur.

Berbagai penelitian juga menyebut akupuntur dapat memengaruhi neurotransmiter melalui modulasi pelepasan sitokin dan hormon yang berkaitan dengan stres. Mekanisme tersebut dinilai berpotensi membantu mengatur respons imun sekaligus hormon stres, sehingga gejala kecemasan dapat berkurang disertai peningkatan kualitas tidur dan suasana hati.

Meski demikian, hasil terapi dapat berbeda pada setiap individu. Tingkat keparahan gangguan cemas, kondisi kesehatan secara umum, pola hidup, hingga konsistensi menjalani terapi menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas akupuntur.

Tetap Perlu Penanganan Medis

Akupuntur dinilai memiliki potensi membantu mengurangi gejala gangguan cemas melalui efek relaksasi, peningkatan kualitas tidur, dan berkurangnya berbagai keluhan fisik. Berbagai penelitian maupun laporan klinis juga menunjukkan hasil yang positif.

Namun, terapi ini tetap dianjurkan sebagai bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh. Akupuntur sebaiknya dikombinasikan dengan penanganan medis yang tepat agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan berkelanjutan.

Apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala gangguan cemas yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. Penanganan sejak dini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |