Direktur Program Hip Hop Next Level, Junious Brickhouse (pegang mic), ketika menjelaskan soal program Next Level Hip/hop 2026 di PSBK. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menggandeng Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) untuk meluncurkan Next Level 2026 Hip Hop Diplomacy Program, sebuah inisiatif pertukaran budaya berbasis seni hip hop yang digelar di PSBK, Jogja.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, sekaligus wadah diplomasi budaya yang mempertemukan seniman hip hop Amerika Serikat dengan komunitas hip hop dari Jawa Tengah dan kawasan Indonesia Timur.
Peluncuran program ditandai dengan prosesi tumpengan dan dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif PSBK, Jeannie Park, yang sekaligus menyambut kehadiran Direktur Program Next Level 2026, Junious Brickhouse, dalam agenda pembuka kegiatan.
Melalui program ini, lima seniman hip hop asal Amerika Serikat dihadirkan untuk berkolaborasi langsung dengan komunitas hip hop lokal, tidak hanya melalui pertunjukan, tetapi juga kegiatan edukatif yang menitikberatkan pada proses berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Para seniman tersebut terlibat aktif dalam workshop, master class, serta demonstrasi seni, dengan pendampingan mentor lokal dari komunitas hip hop Soringin Yogyakarta, sehingga proses pembelajaran berlangsung dalam suasana kolaboratif.
Direktur Program Next Level 2026, Junious Brickhouse, menjelaskan bahwa berbagai kelas telah disiapkan dalam program ini, mulai dari kelas tari, aerosol art atau grafiti, DJ, MC, beat-making, hingga videografi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada presentasi karya peserta yang dijadwalkan pada 6 Februari 2026.
“Ini sebagai diplomatic program, terdapat tukar menukar pengetahuan dan kesempatan untuk bisa kolaborasi melalui kesenian atau budaya hip hop sehingga bisa membangun relasi,” ujar Junious Brickhouse, Sabtu (31/1).
Ia menambahkan bahwa presentasi tersebut merupakan hasil proses belajar 25 peserta yang mengikuti kelas selama program berlangsung, dengan metode pembelajaran yang dirancang bersifat dua arah antara peserta lokal dan seniman asal Amerika Serikat.
“Ini bukan pembelajaran satu arah, tapi mutual exchange. Jadi nanti hasil akhirnya bisa mewakili itu,” katanya.
Next Level 2026 Hip Hop Diplomacy Program terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya hip hop, sekaligus menjadi ruang temu lintas budaya melalui ekspresi kreatif.
Peluncuran program ini juga menandai dimulainya rangkaian Freedom 250 Roadshow dari Mission Indonesia, yang merupakan bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, dengan mengusung nilai kreativitas, inovasi, serta penguatan koneksi budaya antarnegara.
Sementara itu, rapper sekaligus mentor lokal dari komunitas hip hop Soringin Yogyakarta, Balance Perdana Putra atau Gamallance, menilai bahwa kehadiran seniman hip hop dari Amerika Serikat membuka ruang belajar bersama untuk memahami dinamika dan perkembangan hip hop di Yogyakarta.
“Hip hop sekarang sudah mendunia. Mereka ingin melihat sejauh mana perkembangan kultur hip hop di sini, dan kami juga ingin saling belajar serta berkolaborasi. Harapannya ini bisa menjadi networking jangka panjang,” ujarnya.
Ia berharap, program ini dapat membuka peluang jejaring yang lebih luas bagi pegiat hip hop di Yogyakarta, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru melalui kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, lima seniman hip hop asal Amerika Serikat yang terlibat dalam program ini adalah Chrybaby Cozie, Irie Givens, Alice Mizrachi, Tyler Smith, dan Brent Hearn, yang akan berinteraksi langsung dengan peserta sepanjang pelaksanaan program.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































