Harianjogja.com, JOGJA—Mobil baru kini tidak hanya bersaing lewat efisiensi bahan bakar, kelapangan kabin, atau ukuran layar hiburan. Teknologi keselamatan aktif Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) semakin menjadi bagian penting dari fitur yang ditawarkan pabrikan kepada konsumen.
Fitur seperti pengereman otomatis ketika mendeteksi potensi tabrakan, peringatan keluar lajur (lane departure warning), pemantauan titik buta (blind spot monitoring), hingga adaptive cruise control yang dahulu lebih identik dengan mobil kelas atas kini semakin banyak ditemukan pada kendaraan harian.
Perubahan tersebut berjalan seiring dengan berkembangnya standar keselamatan kendaraan. Salah satu yang mengalami perubahan besar adalah Euro NCAP, lembaga independen penguji keselamatan kendaraan di Eropa, yang mulai menerapkan protokol baru pada 2026.
Euro NCAP 2026 Lebih Banyak Menilai Teknologi Keselamatan
Dalam protokol 2026, Euro NCAP melakukan perubahan besar pada metode penilaian keselamatan kendaraan. Penilaian kini dibangun dalam empat tahap, yakni Safe Driving, Crash Avoidance, Crash Protection, dan Post-Crash Safety.
Artinya, kemampuan mobil mencegah kecelakaan menjadi bagian yang semakin penting dalam penilaian, selain kemampuan melindungi penumpang ketika tabrakan terjadi. Euro NCAP juga meningkatkan pengujian terhadap teknologi pemantauan pengemudi, sistem bantuan berkendara, serta teknologi pencegahan tabrakan.
Perubahan tersebut terlihat dalam hasil pengujian yang dirilis Euro NCAP pada 2 September 2026. Empat mobil baru diuji menggunakan protokol 2026, dengan AION UT, Geely E2, dan Leapmotor B05—ketiganya berasal dari produsen Tiongkok—sama-sama meraih peringkat lima bintang.
*Pada Leapmotor B05, misalnya, Euro NCAP mencatat mobil tersebut memiliki berbagai sistem terbaru untuk mencegah kecelakaan. Sistem Autonomous Emergency Braking (AEB) pada mobil itu juga diuji dalam sejumlah skenario yang lebih maju dalam protokol terbaru.
6 Alasan ADAS Makin Penting di Mobil Baru
ADAS bekerja dengan memanfaatkan kombinasi kamera dan berbagai sensor untuk membaca kondisi di sekitar kendaraan. Informasi tersebut kemudian diproses oleh sistem kendaraan untuk memberikan peringatan atau, pada fitur tertentu, melakukan intervensi ketika mendeteksi risiko.
Lantas, mengapa teknologi ini semakin banyak ditemukan pada mobil baru? Berikut enam alasan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan pengalaman berkendara.
1. Membantu Mengurangi Risiko Tabrakan
Sistem seperti Automatic Emergency Braking (AEB) dan Forward Collision Warning (FCW) dirancang untuk membantu pengemudi ketika terdapat potensi tabrakan di depan. Sistem dapat memberikan peringatan dan, pada kondisi tertentu, melakukan pengereman darurat.
Teknologi tersebut bukan berarti kendaraan dapat mengambil alih seluruh tugas mengemudi. Fungsinya adalah memberikan bantuan ketika sistem mendeteksi situasi yang berpotensi berbahaya.
2. Mengurangi Beban Saat Perjalanan Jauh
Perjalanan dengan jarak panjang dapat membuat pengemudi mengalami kelelahan dan kehilangan konsentrasi. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Centering Assistance dapat membantu menjaga jarak dengan kendaraan di depan serta membantu mempertahankan posisi kendaraan di lajur.
Dengan begitu, beberapa pekerjaan mengemudi dapat dibantu oleh sistem. Namun, perhatian pengemudi tetap diperlukan sepanjang perjalanan.
3. Membantu Saat Berpindah Lajur
Area titik buta menjadi salah satu persoalan ketika pengemudi hendak berpindah lajur. Kendaraan lain yang berada di sisi belakang atau samping mobil bisa tidak terlihat melalui kaca spion pada kondisi tertentu.
Fitur Blind Spot Warning dapat memberikan peringatan ketika kendaraan lain terdeteksi berada di area tersebut. Pada sistem tertentu, teknologi juga dapat memberikan intervensi kemudi untuk membantu mencegah perpindahan lajur yang berisiko.
4. Mengikuti Perkembangan Standar Keselamatan
Perubahan protokol Euro NCAP 2026 membuat teknologi keselamatan aktif semakin mendapat tempat dalam penilaian kendaraan. Sistem keselamatan tidak hanya dinilai dari kemampuan mobil menghadapi kecelakaan, tetapi juga dari kemampuan teknologi kendaraan dalam membantu mencegah kecelakaan dan memantau kondisi pengemudi.
Bagi pabrikan, perkembangan standar tersebut membuat kelengkapan teknologi keselamatan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kendaraan baru.
5. Sensor dan Sistem Pemantauan Makin Berkembang
Perkembangan kamera dan sensor membuat kendaraan modern mampu membaca lebih banyak informasi mengenai kondisi jalan dan lingkungan di sekitarnya. Sistem dapat digunakan untuk mendeteksi objek seperti kendaraan, pejalan kaki, serta pengguna jalan lainnya, bergantung pada teknologi yang digunakan pada masing-masing mobil.
Euro NCAP sendiri mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kemampuan kendaraan memantau pengemudi. Pada protokol 2026, sistem pemantauan pengemudi diuji untuk melihat kemampuan menjaga perhatian dan keterlibatan pengemudi ketika berada di balik kemudi.
6. ADAS Tak Lagi Hanya Ada di Mobil Mewah
Konsumen kini semakin sering menemukan fitur keselamatan aktif pada mobil di berbagai segmen. Kondisi ini membuat ADAS bukan lagi sekadar teknologi tambahan pada kendaraan premium, tetapi mulai menjadi salah satu pertimbangan ketika konsumen membandingkan mobil baru.
Bagi calon pembeli, keberadaan ADAS juga perlu dilihat berdasarkan jenis fitur, cara kerjanya, serta kondisi ketika teknologi tersebut dapat digunakan. Jumlah fitur yang banyak tidak otomatis berarti seluruh sistem bekerja dengan cara yang sama.
ADAS Bukan Berarti Mobil Bisa Menyetir Sendiri
Di balik semakin canggihnya fitur keselamatan aktif, ada satu hal yang perlu dipahami pengemudi: ADAS tetap merupakan sistem bantuan. Teknologi tersebut tidak menghapus tanggung jawab manusia untuk mengendalikan kendaraan.
Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) menjelaskan bahwa fitur bantuan pengemudi tetap mengharuskan pengemudi bertanggung jawab atas kendaraan. Pada Level 1, sistem dapat membantu kemudi atau akselerasi/pengereman, sedangkan Level 2 dapat membantu kedua fungsi tersebut secara bersamaan. Namun, pengemudi tetap harus memperhatikan jalan dan siap mengambil alih.
Karena itu, penggunaan ADAS tidak boleh diterjemahkan sebagai izin bagi pengemudi untuk melepas perhatian dari jalan. Sistem kamera dan sensor juga memiliki kondisi operasi tertentu sehingga pengemudi tetap harus memahami keterbatasan teknologi yang tersedia pada mobilnya.
Bagi konsumen yang sedang mencari mobil baru, ADAS pada akhirnya bukan sekadar daftar fitur di brosur. Yang lebih penting adalah memahami fitur apa yang tersedia, bagaimana sistem bekerja, kapan sistem dapat membantu, dan mengapa pengemudi tetap menjadi bagian utama dalam menjaga keselamatan di jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































