Kenapa Timnas Indonesia U-23 Tak Main di Asian Games 2026? Ini Aturannya
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia U-23 tidak tampil di cabang olahraga sepak bola putra Asian Games 2026 di Jepang. Absennya Indonesia bukan karena keputusan PSSI untuk tidak mengirim tim, melainkan berkaitan dengan aturan baru yang membuat peserta sepak bola putra Asian Games harus berasal dari negara yang lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Aturan tersebut membuat kegagalan Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 berdampak langsung terhadap peluang tampil di Asian Games 2026. Pada turnamen yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, sepak bola putra diikuti 15 negara yang terbagi dalam empat grup.
Grup A dihuni Jepang, Thailand, Kirgistan, dan Hong Kong. Grup B berisi Tiongkok, Uni Emirat Arab, Iran, serta Korea Utara.
Sementara itu, Grup C diisi Vietnam, Uzbekistan, Filipina, dan Kuwait. Grup D menjadi grup dengan jumlah peserta paling sedikit karena hanya beranggotakan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Qatar. Daftar resmi penyelenggara Asian Games 2026 memang mencantumkan 15 negara tersebut.
Aturan Baru Membuat Indonesia Kehilangan Tiket Asian Games
Perubahan aturan menjadi bagian penting untuk memahami mengapa Timnas Indonesia U-23 tidak ada di Asian Games 2026. Pada edisi sebelumnya, negara-negara peserta Asian Games pada dasarnya dapat mendaftarkan tim sepak bola mereka.
Namun, untuk edisi 2026, AFC dan Olympic Council of Asia (OCA) menerapkan kriteria baru. Peserta sepak bola putra Asian Games ditentukan berdasarkan negara yang lolos ke Piala Asia U-23 2026, dengan pengecualian tertentu terkait status Australia yang bukan anggota OCA.
Kondisi tersebut membuat hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 menjadi sangat penting bagi Indonesia. Timnas Indonesia U-23 sebenarnya mengakhiri persaingan Grup J di posisi kedua dengan empat poin.
Indonesia mengawali kualifikasi dengan bermain imbang 0-0 melawan Laos, kemudian menang 5-0 atas Makau. Pada pertandingan terakhir, Indonesia kalah 0-1 dari Korea Selatan. Hasil tersebut membuat Korea Selatan menjadi juara grup dan Indonesia finis sebagai runner-up dengan empat poin.
Posisi runner-up sebenarnya masih memberikan peluang karena AFC menyediakan empat tiket bagi runner-up terbaik. Namun, Indonesia tidak termasuk empat runner-up dengan peringkat terbaik sehingga gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026. AFC kemudian memastikan 11 juara grup dan empat runner-up terbaik bergabung dengan Arab Saudi sebagai tuan rumah di putaran final.
Kegagalan tersebut kemudian berimbas ke Asian Games 2026. Karena jalur peserta sepak bola putra Asian Games dikaitkan dengan Piala Asia U-23 2026, Indonesia tidak mendapatkan tempat di turnamen sepak bola putra Aichi-Nagoya.
Lalu Kenapa Hong Kong dan Kuwait Bisa Tampil?
Kehadiran Hong Kong dan Kuwait kemudian memunculkan pertanyaan lain. Pasalnya, kedua negara tersebut tidak berada dalam daftar empat runner-up terbaik Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang mendapatkan tiket ke putaran final.
Kuwait tercatat sebagai runner-up Grup B Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan empat poin. Dalam klasemen keseluruhan runner-up terbaik, Kuwait berada di luar empat besar.
Hong Kong memiliki situasi berbeda karena mereka finis di posisi ketiga Grup I Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Artinya, mereka juga tidak memperoleh tiket melalui jalur empat runner-up terbaik.
Namun, komposisi peserta Asian Games 2026 kemudian mengalami perubahan. Sejumlah negara yang semula terkait dengan kuota peserta tidak ambil bagian, sehingga diperlukan penggantian untuk memenuhi komposisi turnamen.
Salah satu kasusnya adalah Australia. Negara tersebut lolos ke Piala Asia U-23 2026, tetapi tidak dapat menjadi peserta sepak bola Asian Games karena Australia bukan anggota OCA. Selain itu, Yordania, Lebanon, dan Suriah disebut tidak melanjutkan keikutsertaan pada cabang sepak bola putra Asian Games 2026.
Situasi itu membuat sejumlah tempat peserta harus diisi ulang. Dalam daftar akhir yang diumumkan penyelenggara, Hong Kong, Korea Utara, dan Kuwait akhirnya tercatat sebagai peserta sepak bola putra Asian Games 2026.
Mengapa Peserta Sepak Bola Putra Hanya 15 Negara?
Dengan perubahan tersebut, jumlah peserta sepak bola putra Asian Games 2026 tidak mencapai 16 negara. Daftar resmi Aichi-Nagoya 2026 menunjukkan empat grup dengan komposisi empat negara di Grup A, empat negara di Grup B, empat negara di Grup C, dan hanya tiga negara di Grup D.
Kondisi itu menjelaskan mengapa Grup D hanya berisi Korea Selatan, Arab Saudi, dan Qatar. Tidak ada tim keempat yang ditambahkan ke grup tersebut.
Untuk pembaca Indonesia, kondisi ini membuat absennya Timnas Indonesia U-23 tidak cukup dijelaskan hanya dengan kalimat bahwa Indonesia gagal lolos Piala Asia U-23. Ada rangkaian aturan dan perubahan peserta yang menghubungkan hasil kualifikasi tersebut dengan kesempatan tampil di Asian Games 2026.
Indonesia sendiri tidak masuk dalam daftar tim sepak bola putra yang diumumkan secara resmi oleh penyelenggara. Sebaliknya, Hong Kong, Korea Utara, dan Kuwait masuk dalam komposisi final bersama Jepang, Thailand, Kirgistan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Iran, Vietnam, Uzbekistan, Filipina, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Qatar.
Dengan demikian, pertanyaan mengapa Timnas Indonesia U-23 absen di Asian Games 2026 bermuara pada hasil kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan aturan khusus yang menghubungkan dua ajang tersebut. Sementara komposisi akhir 15 peserta merupakan hasil dari proses penetapan dan perubahan keikutsertaan negara menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































