9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab

6 hours ago 5

9 Persen Warga Gunungkidul Belum Nikmati Air Bersih, Ini Upaya Pemkab

Kegiatan dropping air bersih./ istimewa.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses layanan air bersih di Kabupaten Gunungkidul belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat. Hingga Januari 2026, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul mencatat cakupan layanan baru mencapai 90,93%, sehingga masih ada sekitar 9,07% warga yang menghadapi kendala memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga masih bergantung pada bantuan air bersih maupun memanfaatkan sumber air milik tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah pun terus memperluas jaringan pelayanan melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah.

DPUPRKP Perkuat Jangkauan Layanan Air Bersih

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Ashari Nurkalis, mengatakan belum seluruh masyarakat di Bumi Handayani dapat menikmati layanan air bersih secara optimal. Indikator yang paling terlihat ialah masih berlangsungnya kegiatan droping air ketika musim kemarau.

"Data terbaru di Januari 2026, akses layanan air bersih di Gunungkidul baru menyasar 90,93% warga," kata Ashari, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, cakupan layanan tersebut berasal dari sistem perpipaan maupun nonperpipaan. Layanan perpipaan disediakan oleh PDAM serta jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola kalurahan maupun padukuhan.

Sementara itu, akses nonperpipaan diperoleh masyarakat melalui sumur milik warga dan berbagai sumber air yang tersedia di lingkungan sekitar.

"Kita masih punya PR [pekerjaan rumah] untuk memberikan kemudahan akses ke 9,07% warga yang belum terlayani air bersih dengan baik," katanya.

Anggaran Rp1,2 Miliar untuk Penguatan SPAM

Sebagai upaya memperluas cakupan layanan, DPUPRKP Gunungkidul mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar pada 2026 untuk memperkuat akses air bersih masyarakat.

Program tersebut menyasar tujuh kalurahan, yakni Kalurahan Giripurwo dan Giricahyo di Kapanewon Purwosari, Kalurahan Ngawu di Kapanewon Playen, Kalurahan Kedungkeris di Kapanewon Nglipar, Kalurahan Wareng di Kapanewon Wonosari, serta pembangunan SPAM di Padukuhan Gembyong, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, dan Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk.

Ashari menjelaskan besaran anggaran yang diterima setiap kalurahan berbeda sesuai kebutuhan masing-masing.

"Pagunya yang dialokasikan di tiap kalurahan tidak sama, tapi semua sudah ada rinciannya," katanya.

Ia juga mengakui bahwa warga yang belum memperoleh layanan air bersih secara optimal selama ini mengandalkan bantuan air bersih maupun meminta pasokan air dari sumur milik tetangga.

"Harapannya dengan program Spam bisa makin memperkuat jaringan layanan air bersih di masyarakat," katanya.

BPBD Sudah Salurkan 24 Tangki Air Bersih

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan musim kemarau kembali memicu kesulitan air bersih di sejumlah wilayah.

Salah satu lokasi yang mengalami persoalan tersebut ialah Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop. Menurutnya, warga di wilayah itu harus menunggu sekitar satu minggu untuk memperoleh pasokan air dari PDAM.

"Kita bantu warga di sana [Padukuhan Kemesu] karena memang sudah kesulitan air bersih," katanya.

Hingga saat ini, BPBD Gunungkidul telah menyalurkan bantuan sebanyak 24 tangki air bersih ke wilayah tersebut.

Untuk mengantisipasi kebutuhan selama musim kemarau, BPBD mengalokasikan bantuan sebanyak 1.150 tangki air pada tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding rencana awal yang mencapai 1.500 tangki karena adanya efisiensi anggaran.

"Pada awalnya disediakan 1.500 tangki, berhubung ada efisiensi berkurang. Tapi, ini bukan masalah karena masih ada Cadangan di anggaran belanja tak terduga [BTT] milik pemkab yang bisa diakses sewaktu-waktu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |