Tidur di Mobil dengan AC Nyala, Aman? Ini Faktanya

10 hours ago 6

Jumali

Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 14:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah hiruk-pikuk perjalanan liburan panjang, istirahat di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala sering menjadi pilihan praktis bagi banyak pengemudi. Namun, kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan istilah menakutkan "keracunan AC mobil". Padahal, secara teknis, AC bukanlah biang keladi keracunan. Ancaman sesungguhnya mengintai dari gas karbon monoksida (CO) yang tidak terlihat dan tidak berbau, yang bisa merenggut nyawa dalam diam.

Bukan AC, Tapi Karbon Monoksida (CO)

Bahaya yang sebenarnya berasal dari gas karbon monoksida (CO), yaitu gas hasil pembakaran mesin yang dapat masuk ke dalam kabin jika terjadi kebocoran pada sistem pembuangan atau bodi kendaraan. Selama mobil dalam kondisi prima dan sistem knalpot bekerja normal, tidur di dalam mobil dengan AC menyala tidak otomatis berbahaya. Namun, risiko meningkat drastis jika ada celah sekecil apapun.

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sulit dideteksi tanpa alat khusus. Ketika terhirup, gas ini menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mirip dengan kelelahan biasa: sakit kepala, pusing, mual, dan mengantuk berlebihan. Jika tidak segera ditangani, paparan CO dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian.

Risiko Utama: Kebocoran yang Membunuh Diam-diam

Pada kondisi normal, gas buang akan keluar melalui knalpot dan tidak masuk ke dalam mobil. Risiko muncul apabila terdapat kebocoran pada sistem knalpot, seal pintu atau bodi yang tidak rapat, celah pada lantai atau firewall kendaraan, atau mobil berhenti lama dengan mesin menyala sehingga gas buang berkumpul di sekitar kendaraan. Jika gas CO berhasil masuk ke kabin, sistem AC dapat ikut mengedarkan udara yang telah terkontaminasi. Inilah yang membuat banyak orang keliru menyebutnya sebagai "keracunan AC".

Perlu dicatat, kebocoran refrigeran AC memang dapat menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan jika paparannya tinggi di ruang tertutup. Namun, kasus kematian saat tidur di mobil umumnya dikaitkan dengan keracunan karbon monoksida, bukan karena freon.

Tips Aman Istirahat di Perjalanan

Agar Anda dan keluarga tetap selamat saat beristirahat di perjalanan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:

  • Hindari tidur di mobil dengan mesin menyala dalam waktu lama.
  • Jangan memarkir kendaraan di garasi atau area dengan ventilasi minim.
  • Lakukan pemeriksaan rutin pada sistem knalpot, seal pintu, dan AC.
  • Pilih rest area atau lokasi terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.

Dengan memahami risiko yang sebenarnya dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati perjalanan jauh dengan lebih tenang dan aman. Jangan biarkan kenyamanan sesaat menjadi ancaman bagi keselamatan Anda dan keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |