Target 1 Juta Jargas hingga 2028 Terus Dipacu, Pemerintah Bidik Impor LPG Turun

6 hours ago 6

Newswire

Newswire Minggu, 20 September 2026 13:37 WIB

Target 1 Juta Jargas hingga 2028 Terus Dipacu, Pemerintah Bidik Impor LPG Turun

Petugas memeriksa instalasi CNG di salah satu rumah warga di Sleman, Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas, terus berupaya memperluas pemanfaatan CNG melalui skema klasterisasi jaringan gas rumah tangga. /Istimewa-Bisnis\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga mencapai 1 juta sambungan hingga 2028. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bersama BPH Migas meninjau pembangunan jargas rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada akhir pekan ini. Pembangunan yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut kini memasuki tahap persiapan pengoperasian.

Dudung mengatakan pembangunan jargas merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang ketahanan energi. Perluasan jaringan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya menuju swasembada energi nasional.

“Hari ini kami hadir untuk memastikan kesiapan pengoperasian jargas yang dibangun melalui APBN, sebagaimana arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG," ungkap Dudung melalui keterangan resmi dikutip Minggu (20/9/2026).

Perizinan Jadi Bagian Penting Perluasan Jargas

Dudung menyampaikan pembangunan jargas membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga. Salah satu hal yang perlu disiapkan adalah perizinan untuk lokasi pembangunan jaringan berikutnya.

Menurut dia, sinergi antarinstansi diperlukan agar proses pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan akses masyarakat terhadap energi semakin luas. Persiapan perizinan juga diharapkan tidak menjadi hambatan dalam memperluas jaringan jargas.

“Dukungan setiap kementerian dan lembaga terkait tetap dibutuhkan agar perizinan pada lokasi berikutnya disiapkan sejak perencanaan dan diproses secara paralel, sehingga impor LPG berkurang dan akses masyarakat terhadap energi semakin mudah,” katanya.

Target pembangunan 1 juta sambungan hingga 2028 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses jargas, pemerintah berharap ketergantungan terhadap LPG impor dapat ditekan.

BPH Migas Siapkan Pengoperasian Jargas

Sejalan dengan persiapan pengoperasian jargas di Gresik dan Sidoarjo, BPH Migas telah melakukan sejumlah langkah untuk mendukung pemanfaatan jaringan tersebut oleh masyarakat.

Salah satu proses yang dilakukan adalah forum diskusi terbuka atau public hearing bersama para pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi bagian dari proses penetapan harga jargas.

Anggota Komite BPH Migas Arief Wardon mengatakan proses penetapan harga kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pengaliran sekaligus pemanfaatan jargas oleh masyarakat.

“Kunjungan ke jargas Sidoarjo dan Jargas Gresik dalam rangka persiapan pengaliran. BPH Migas telah melakukan public hearing untuk penetapan harga kedua jargas tersebut. Mudah-mudahan harga jargas tersebut dapat segera ditetapkan dan juga nanti akan dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

BPH Migas memiliki tugas menetapkan harga jargas untuk rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK). Penetapan tersebut mempertimbangkan nilai keekonomian Badan Usaha sekaligus daya beli masyarakat.

Jargas Gresik dan Sidoarjo Sudah Dimanfaatkan

Arief mengatakan jaringan gas di Gresik dan Sidoarjo telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain akses terhadap gas bumi, masyarakat juga menikmati harga yang dinilai cukup terjangkau dibandingkan penggunaan LPG tiga kilogram.

“Selama ini masyarakat Sidoarjo dan masyarakat Gresik telah mendapat manfaat dari jargas dan juga menikmati dengan harga yang cukup baik dibandingkan penggunaan LPG tiga kilogram,” imbuhnya.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga. Pemerintah tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga perlu memastikan jargas dapat dimanfaatkan masyarakat dengan harga yang sesuai dengan kemampuan daya beli.

119.379 Sambungan Jargas Dibangun di 15 Daerah

Secara nasional, pembangunan jargas melalui APBN 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah (SR) yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Khusus di Jawa Timur, sebanyak 33.961 sambungan rumah telah dimanfaatkan masyarakat. Jumlah tersebut terdiri atas 4.000 SR di Gresik dan 29.961 SR di Sidoarjo.

Pengembangan jaringan gas tersebut menjadi bagian dari target jangka lebih panjang pemerintah untuk mencapai 1 juta sambungan hingga 2028. Selain memperluas akses energi, program tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |