Tanah Longsor dan Jembatan Putus, Sejumlah Desa di Pati Terisolasi

16 hours ago 4

Tanah Longsor dan Jembatan Putus, Sejumlah Desa di Pati Terisolasi Penanganan bencana tanah longsor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. ANTARA - HO/Humas Polresta Pati

Harianjogja.com, PATI—Hujan berintensitas tinggi memicu serangkaian bencana tanah longsor dan ambrolnya jembatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang mengakibatkan terputusnya akses antarwilayah, termasuk jalur penghubung Kecamatan Gunungwungkal dan Kecamatan Cluwak.

  • Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gunungwungkal AKP Sukarno menyampaikan tanah longsor dan jembatan terputus terjadi pada Jumat (9/1) malam di Desa Jrahi. Material longsor menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 30 meter di desa setempat.

Untuk membuka kembali akses tersebut, Kepolisian bersama TNI, perangkat desa, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan jalan dari material tanah longsor.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Jepalo, di mana material longsor menimpa rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara pemilik rumah dievakuasi ke rumah kerabat demi keselamatan.

Sementara itu, jembatan sepanjang 12 meter di Dukuh Kedungsewu, Desa Giling, ambrol akibat derasnya arus sungai. Jembatan tersebut merupakan penghubung antarwilayah, sehingga akses warga antara Desa Giling, Kecamatan Gunungwungkal, dan Desa Salak, Kecamatan Cluwak, terputus sementara.

Kasus pohon tumbang juga terjadi di Dukuh Sekar, bersamaan dengan tanah longsor yang menimpa rumah warga setempat. Pohon tumbang dievakuasi secara bergotong royong, sementara rumah terdampak longsor dipastikan aman dari korban jiwa.

Bencana tanah longsor lainnya terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, pada Jumat (9/1) pukul 20.45 WIB, yang berdampak pada terputusnya akses jalan kabupaten penghubung Kecamatan Tlogowungu menuju Gunungwungkal.

Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat untuk membuka kembali akses jalan kabupaten yang tertutup material longsor. Upaya pembersihan dilakukan secara bertahap sejak Jumat malam.

Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengungkapkan pada Sabtu (10/1) pukul 04.00 WIB, akses jalan jurusan Tlogowungu–Gunungwungkal telah berhasil dibuka dan dapat dilalui kembali.

“Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran polisi di lapangan tidak hanya untuk pendataan, tetapi juga memberikan rasa aman. Pihaknya fokus pada langkah preventif dengan memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada, mengingat curah hujan masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |