Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana memperluas jalur layanan bus sekolah. Meski demikian, untuk penambahan armada masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
Kepala Bidang Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto mengatakan, upaya menambah layanan bus sekolah terus dilakukan. Meski demikian, untuk penambahan unit pelayanan terkendala masalah anggaran dikarenakan kemampuan keuangan di Pemkab masih sangat terbatas.
Meski demikian, pihaknya tidak mau menyerah sehingga berbagai upaya dilakukan agar penambahan unit bisa diwujudkan. Salah satunya dengan mengajukan bantuan unit bus ke Kementerian Perhubungan.
“Kami sudah ajukan permintaan bantuan penambahan dua unit bus sekolah ke Kementerian,” kata Sigit, Minggu (11/1/2026).
Dia menjelaskan, alasan penambahan karena antusias penggunaan bus sekolah terus meningkat. Hal ini terlihat adanya permintaan agar jangkauan pelayanan lebih diperluas.
Di sisi lain, Sigit mengakui dengan adanya perluasan pelayanan juga bertujuan untuk mengurangi risiko pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pelajar. Ia tidak menampik karena minimnya moda transportasi ke sekolah membuat anak-anak menggunakan sepeda motor untuk akses pulang pergi.
“Ini melanggar aturan karena setiap pengendara wajib memiliki SIM [Surat Izin Mengemudi], tapi dari sisi persyaratan pelajar masih belum cukup umur untuk memilikinya,” ungkapnya.
Adapun manfaat lain dengan penambahan jalur layanan bus sekolah, juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. “Jadi, saat ada layanan bus sekolah, maka anak-anak tidak usah membawa motor karena sudah ada moda transportasi yang mengantar pulang pergi dari rumah,” kata Sigit.
Meski demikian, ia mengkaui untuk pengajuan bantuan tambahan armada bus sekolah dari Kementerian masih belum ada kejelasan. “Harapannya bisa dikabulkan sehingga perluasan pelayanan bisa diwujudkan,” imbuh dia.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, hingga saat ini sudah ada delapan bus sekolah yang dioeprasikan. Adapun rute pelayanan menyasar mulai dari Gedangsari-Wonosari; Tanjungsari-wonosari; Semanu-Wonosari.
Selain itu, juga melayani rute anak sekolah dari Ponjong-Wonosari; Semin-Wonosari; Sokoliman-Wonosari dan Nglipar-Wonosari. “Antusias penumpangnya bagus, makanya kami ingin memperluas jangkauan pelayanan,” katanya.
Bayu mengungkapkan, digalakkanya program bus sekolah bukan semata-mata memberikan kemudahan akses transportasi bagi anak sekolah sehingga risiko kecelakan dapat berkurang. Namun, juga sebagai upaya membiasakan warga untuk memanfaatkan moda transportasi umum sejak anak-anak.
“Kita ingin galakan budaya naik transportasi umum. Salah satunya dengan sasaran anak-anak sekolah,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Sebuah bus sekolah saat melintas di jalan raya di Kalurahan Ngawis, Karangmojo. Foto diambil 1 Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































