Soal Superflu, Menkes Minta Warga Tetap Tenang

17 hours ago 3

Soal Superflu, Menkes Minta Warga Tetap Tenang Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin ditemui di Sleman pada Kamis (8/1/2026). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati 

Harianjogja.com, SLEMAN— Menkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan tidak panik menyikapi kemunculan Superflu.

Menurutnya, virus tersebut merupakan jenis flu yang sudah lama ada dan imunitas tubuh manusia umumnya telah mengenali karakteristik virus ini.

Budi menjelaskan bahwa Superflu sebenarnya adalah varian dari influenza yang telah ada sejak puluhan tahun silam, berbeda dengan Covid-19 yang saat awal kemunculannya merupakan virus baru.

“Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2. Itu sudah ada puluhan tahun, cuma ini varian baru,” terang Budi saat ditemui di Sleman, Kamis (8/1/2026).

Lebih lanjut, Menkes merinci bahwa varian yang saat ini tengah diperbincangkan adalah turunan dari Influenza A. “Ini adalah varian K kalau tidak salah, subclade K atau varian K dari H3N2,” imbuhnya.

Lantaran jenis Influenza A sudah ada sejak lama, daya tahan tubuh manusia secara alami telah memiliki memori imun terhadap virus tersebut. Hal ini, menurut Budi, terbukti dengan kondisi mayoritas masyarakat yang tetap beraktivitas normal tanpa gejala berat.

“Apa bedanya dengan Covid yang dulu baru? Artinya daya tahan tubuh kita, imunitas kita, sudah kenal virus ini. Terbukti kita sekarang juga tidak apa-apa. Harusnya ini pun tidak ada masalah, asal kondisi badan sehat, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup,” ungkap Menkes.

Budi menambahkan, penggunaan masker saat ini bersifat situasional. Apabila orang-orang di sekitar terlihat sehat, masyarakat tidak perlu merasa wajib memakai masker. Namun, jika seseorang merasa kondisi badannya tidak fit atau berada di dekat orang yang sakit, pemakaian masker sangat disarankan.

“Ya pakai masker, sama rajin cuci tangan. Karena ini kan masuknya (penularan) sama semua,” ujarnya.

Menkes juga berpesan kepada media agar membantu meredam kecemasan publik. Ia menegaskan bahwa Superflu bukanlah ancaman baru yang mematikan seperti yang dibayangkan sebagian orang.

“Jangan sampai membuat masyarakat panik. Karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun kita temui di dunia dan di Indonesia,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai tingkat kesembuhan pasien, Budi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan fatalitas akibat virus tersebut. “Belum ada yang dilaporkan meninggal, karena ini memang flu seperti yang biasa kita rasakan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |