Restorasi Gumuk Pasir Bantul Berlanjut, Ribuan Cemara Udang Ditebang

10 hours ago 6

Restorasi Gumuk Pasir Bantul Berlanjut, Ribuan Cemara Udang Ditebang

Gumuk Pasir Parangtritis - Antara


Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul melanjutkan program penataan kawasan pantai selatan (Pansela) dengan fokus utama mengembalikan fungsi alami Gumuk Pasir Parangkusumo. Salah satu langkah yang kini dikerjakan adalah pembersihan vegetasi di zona inti gumuk pasir yang dinilai menghambat proses pembentukan bentang alam langka tersebut.

Program restorasi ini berjalan bersamaan dengan penataan kawasan wisata pantai, termasuk penyempurnaan pemindahan jalur jeep wisata yang sebelumnya melintasi area konservasi. Pemkab Bantul menilai upaya tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus memastikan kawasan tetap dapat dimanfaatkan secara bijak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Ari Budi Nugroho, menjelaskan penataan kawasan pantai selatan dilakukan secara bertahap setelah dokumen masterplan selesai disusun. Program tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi kawasan sesuai peruntukannya.

"Sekarang teman-teman Satpol PP tengah mengerjakan penebangan vegetasi," kata Ari, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Ari, keberadaan vegetasi dan berbagai aktivitas di zona inti selama bertahun-tahun menyebabkan terganggunya proses alami pembentukan gumuk pasir. Kawasan yang seharusnya terbuka untuk aliran angin justru dipenuhi pepohonan dan berbagai unsur yang menghambat pergerakan pasir.

Ia menegaskan zona inti Gumuk Pasir idealnya terbebas dari bangunan, vegetasi, maupun aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem. Dengan menghilangkan hambatan tersebut, proses pembentukan gumuk pasir diharapkan dapat berlangsung kembali secara alami.

"Di zona inti itu kan memang seharusnya bebas dari gangguan seperti vegetasi, bangunan dan aktivitas yang membuatnya rusak. Ini biar gumuknya hidup kan vegetasinya harus dihilangkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bantul, R. Jati Bayubroto, mengungkapkan kegiatan penebangan vegetasi tahun ini merupakan tahap ketiga dari program restorasi yang telah dimulai sejak 2024. Tahap lanjutan dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli dengan sasaran utama pohon cemara udang yang tumbuh di kawasan inti.

"Restorasi Gumuk Pasir dengan penebangan vegetasi ini sudah kami mulai sejak 2024 dan mungkin akan terus berlanjut sampai 2027 mendatang," kata Jati.

Ia menyebut jumlah vegetasi yang harus dibersihkan mencapai ribuan pohon. Bahkan, jika dihitung secara keseluruhan hingga target akhir restorasi, jumlah vegetasi yang sudah dibersihkan saat ini masih belum mencapai separuh kebutuhan penataan kawasan.

Menurut Jati, strategi yang diterapkan saat ini masih berupa pembukaan lorong-lorong angin agar pasir dapat kembali bergerak secara alami. Aliran angin tersebut menjadi faktor utama dalam proses pembentukan dan regenerasi Gumuk Pasir Parangkusumo yang selama ini menjadi salah satu fenomena geologi unik di Indonesia.

"Sifatnya ini kami baru membuat lorong-lorong biar ada angin yang membuat laju pasir sebagai pembentuk Gumuk Pasir itu alami kembali," ungkapnya.

Proses pembersihan vegetasi akan menggunakan alat berat dan melibatkan sejumlah personel lapangan. Pemerintah menargetkan akar pohon turut dicabut agar vegetasi tidak tumbuh kembali dan kembali mengganggu fungsi kawasan konservasi.

Jati menjelaskan pekerjaan akan difokuskan pada area Parangkusumo hingga sisi barat kawasan dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 juta. Pelaksanaan kegiatan diperkirakan berlangsung selama dua pekan.

"Nanti lokasinya dari Parangkusumo ke sisi barat dengan anggaran Rp100 juta selama dua minggu," katanya.

Meski demikian, keberlanjutan program restorasi masih sangat bergantung pada dukungan anggaran. Penggunaan alat berat dan luasnya area yang harus ditata membuat kebutuhan biaya cukup besar. Karena itu, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Tentu prosesnya bertahap. Kalau nanti ada tambahan anggaran lagi restorasi atau penataan akan dilanjutkan kembali," pungkas Jati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |