
Pemain PSS Sleman, Dominikus Dion (kiri) berebut bola dengan pemain Persik pada pertandingan Liga 1 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1/2025)./Antara\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN — PSS Sleman resmi mempertahankan gelandang muda Dominikus Dion sebagai bagian dari skuad menghadapi kompetisi Super League. Keputusan ini menegaskan komitmen Super Elja dalam mengembangkan talenta muda hasil binaan internal klub.
Kepastian bertahannya Dion diumumkan langsung oleh Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti. Ia menyebut Dion sebagai representasi nyata dari keberhasilan sistem pembinaan PSS Development Center.
“Dominikus Dion menjadi bukti komitmen PSS Sleman dalam membina talenta muda,” ujar Vita, Kamis (2/7/2026).
Perjalanan Dion bersama PSS terbilang panjang. Ia memulai karier dari PSS Development Center sebelum bergabung dengan tim usia muda secara bertahap, mulai dari PSS Youth (2019/2020), PSS U-18 (2021/2022), hingga PSS U-20 (2022/2023). Konsistensinya berbuah promosi ke tim utama pada musim 2023/2024.
Di awal karier profesionalnya, Dion sempat dipinjamkan ke Persipa pada akhir 2023 untuk menambah jam terbang. Namun, performanya yang terus berkembang membuatnya kembali dipercaya memperkuat PSS hingga sekarang.
Kesetiaan Dion semakin terlihat saat PSS Sleman harus terdegradasi ke Championship pada akhir musim 2024/2025. Ia menjadi salah satu pemain yang tetap bertahan dan berkontribusi membawa tim kembali promosi ke Super League sebagai runner-up Championship 2025/2026.
Secara statistik, kontribusi Dion musim lalu cukup impresif. Ia tampil dalam 26 pertandingan dengan mencetak dua gol dari 14 tembakan, termasuk tujuh yang tepat sasaran. Selain itu, perannya sebagai gelandang juga terlihat dari distribusi bola yang solid, dengan 891 umpan sukses dari total 1.024 percobaan.
Tidak hanya berkontribusi dalam menyerang, Dion juga aktif dalam aspek defensif. Ia mencatatkan 40 tekel dan 59 intersepsi sepanjang musim, menjadikannya salah satu pemain penting dalam menjaga keseimbangan tim.
Dengan usia yang masih 21 tahun, Dion dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang. PSS Sleman berharap ia dapat menjadi tulang punggung tim di masa depan.
“Sebagai gelandang, ia diharapkan terus mengasah kualitas dan memberikan kontribusi penting bagi Super Elja,” kata Vita.
PSS Sleman menegaskan akan terus mengandalkan sistem pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas. Langkah mempertahankan Dion menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub dalam membangun kekuatan tim berbasis talenta muda lokal.
Kehadiran Dion di lini tengah diharapkan mampu memperkuat performa PSS Sleman saat kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































