Progres 80 Persen, 10 Gerai KDMP Gunungkidul Rampung Akhir Maret

3 hours ago 4

Progres 80 Persen, 10 Gerai KDMP Gunungkidul Rampung Akhir Maret Proses pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Selasa (10/3/2026). - Harian Jogja - David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Proyek pembangunan tahap pertama gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan progres signifikan. Sepuluh titik gerai yang tersebar di berbagai kalurahan tersebut ditargetkan selesai pengerjaannya pada akhir Maret atau awal April mendatang.

Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, menyatakan optimismenya terhadap percepatan infrastruktur ini mengingat rata-rata perkembangan fisik sudah mencapai 70-80 persen. Bahkan, pengerjaan di dua lokasi yakni Kalurahan Baleharjo dan Siraman, Kapanewon Wonosari, sudah mendekati rampung sepenuhnya.

“Secara bangunan fisik, gedung sudah terbangun semua. Kekurangannya tinggal pemasangan atap serta penyelesaian akhir seperti pengecatan bernuansa merah putih yang menjadi ciri khas KDMP,” ujar Alfian, Selasa (10/3/2026).

Ia memprediksi dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan, seluruh gerai pada tahap pertama ini siap berdiri kokoh.

Menariknya, operasional gedung KDMP nantinya tidak terbatas pada aktivitas usaha internal koperasi saja. Area halaman gerai didesain untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari pusat bazar UMKM lokal hingga pasar takjil selama Ramadan.

Kebijakan pemanfaatan ruang publik ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT Agrinas.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Gunungkidul, Supartono, merinci sepuluh wilayah yang masuk dalam tahap satu ini meliputi Kalurahan Wiladeg, Jatiayu, dan Kelor di Karangmojo. Selain itu terdapat di Getas dan Gading (Playen), Kenteng dan Sidorejo (Ponjong), serta Siraman, Baleharjo (Wonosari), dan Candirejo (Semanu).

Meskipun pengerjaan berjalan cepat, Supartono memberikan peringatan keras kepada kalurahan lain yang menyusul agar tidak gegabah terkait legalitas lahan.

Status tanah harus dipastikan clear and clean, terutama jika menggunakan Lahan Baku Sawah (LBS) yang memerlukan izin khusus dan lahan pengganti. Sembari menunggu fisik bangunan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terus dilakukan melalui pelatihan rencana bisnis serta sosialisasi akses permodalan perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |