Pengamat nilai MBG dan Sekolah Rakyat bantu cetak pesepak bola unggul

2 weeks ago 15

Jadi dua program ini menurut saya sangat bermanfaat dari perspektif olahraga

Jakarta (ANTARA) - Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat sebagai program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat membantu mencetak generasi pesepak bola unggul di Tanah Air.

"Talenta pesepak bola unggul itu pada dasarnya tidak hanya dibangun dari bakat alamiah, tetapi dukungan gizi dan tingkat kecerdasan merupakan bagian dari elemen yang ikut menentukan," kata Mohamad Kusnaeni ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hal itu menanggapi pencapaian program unggulan pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan RUU APBN 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Pengamat olahraga: MBG bisa jadi penopang federasi dukung gizi atlet

Kusnaeni mengatakan, dari sisi olahraga terutama sepak bola, dukungan gizi yang cukup sangat menentukan proses pembentukan fisik atlet-atlet sepak bola di usia muda.

Selama ini, kata dia, pembentukan fisik pemain Indonesia menjadi tanggung jawab keluarga, akan tetapi, banyak keluarga atlet yang memiliki kemampuan ekonomi yang kurang.

Hal itu yang menyebabkan banyak pesepak bola yang masih kurang maksimal secara fisik karena di usia muda atau anak-anak kurang mengkonsumsi makanan bergizi.

"Banyak yang kurang asupan protein, susu, vitamin yang cukup, sehingga di usia emas menjadi tidak optimal atau usia emas menjadi pendek," katanya.

Kusnaeni mengatakan bahwa di luar negeri, banyak pesepak bola yang berkemampuan masih baik saat usia 30-an tahun. Bahkan pesepak bola asing yang bermain di Super League di Indonesia seperti David da Silva yang berusia 35 tahun, Ciro Alves 36 tahun tetapi masih memiliki performa di level yang tinggi.

Baca juga: Binpres Perpani nilai program MBG berdampak positif bagi atlet pelajar

"Sementara pemain kita rata-rata performanya menurun di usia 30-an, itu karena asupan gizi mereka pada proses pembentukan fisik dari 0-18 tahun tidak optimal," katanya.

Kusnaeni mengatakan, adanya intervensi MBG setidaknya membantu mengurangi kendala pemenuhan gizi talenta-talenta pesepak bola muda di Indonesia.

Walaupun, kata dia, program itu tidak sepenuhnya bisa mengatasi kekurangan yang ada karena kebutuhan kalori atlet berbeda dengan masyarakat biasa atau jauh lebih tinggi karena beban latihan yang berat.

Dalam konteks ini, kata dia, kebutuhan gizi generasi pesepak bola tetap membutuhkan dukungan keluarga dan pemerintah daerah untuk memberikan tambahan nutrisi yang masih kurang dari MBG.

Kusnaeni mengatakan, selain itu, program Sekolah Rakyat juga bisa berperan meningkatkan kecerdasan talenta-talenta pesepak bola muda karena jika hanya mengandalkan bakat maka membuat daya saing akan berkurang.

Baca juga: Presiden Prabowo anggarkan Rp335 T untuk MBG tahun 2026

Banyak atlet, kata dia, tidak mampu melanjutkan pendidikan karena terkendala ketidakmampuan ekonomi keluarga. Sehingga hadirnya program Sekolah Rakyat bisa memungkinkan para atlet muda mendapatkan pendidikan memadai secara gratis.

"Jadi dua program ini menurut saya sangat bermanfaat dari perspektif olahraga," katanya.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan program MBG dengan alokasi anggaran mencapai Rp335 triliun dalam Rancangan Undang-undang (RUU) APBN 2026.

Kepala Negara menargetkan program MBG mampu menjangkau 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita di seluruh pelosok negeri, untuk membangun generasi unggul.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan absolut melalui program Sekolah Rakyat. Dia menyebutkan pemerintahannya sudah membangun dan membuka 100 Sekolah Rakyat dan ditargetkan bertambah 100 sekolah setiap tahun pada tahun-tahun selanjutnya.

Baca juga: Presiden: 20 juta warga terima makan bergizi gratis setiap hari

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |