Pemkab Salurkan Bantuan Lima RTLH dari Dana ZIS Baznas Kulonprogo

4 weeks ago 10

Pemkab Salurkan Bantuan Lima RTLH dari Dana ZIS Baznas Kulonprogo Seorang warga Tuksono, Sentolo berdiri di rumah milik Slamet yang tidak layak huni karena bangunannya masih semi permanen. Slamet mendapat bantuan RTLH senilai Rp20 juta dari Baznas Kulonprogo, Kamis (31/7/2025) Ist - pemkabkulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyalurkan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada lima warganya. Dana perbaikan rumah tersebut dihimpun dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo.

Kelimanya terdiri dari dua warga Kalurahan Tuksono, satu warga Kapanewon Girimulyo dan dua sisanya dari Kapanewon Panjatan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah (Setda) Kulonprogo, Jazil Ambar Was'an mengatakan, lima penerima bantuan RTLH mendapat uang pembangunan mencapai Rp20 juta. Penyalurannya secara simbolis dilakukan di Tuksono, Kamis (31/7/2025).

BACA JUGA: Warga Berharap Pustu Ngentakrejo Bisa Beroperasi Setiap Hari, Begini Tanggapan Dinkes Kulonprogo

"Hari ini bantuan bedah rumah RTLH diberikan yang sumbernya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo," ucapnya.

Dia menjelaskan, dana Baznas Kulonprogo tersebut berasal dari zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dari iuran rutin yang dilakukan. Jazil mengklaim, ZIS tersebut juga rutin diberikan kalangan ASN Pemkab Kulonprogo.

Dia berharap, bantuan RTLH ini bisa digunakan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal warga Kulonprogo. "Lima penerima semuanya dapat Rp20 juta satu orangnya. Semoga bisa meningkatkan taraf hidup," imbuhnya.

Lurah Tuksono, Zainuri mengungkapkan, warganya, Slamet yang mendapat bantuan RTLH ini memang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Bangunannya belum permanen sehingga tidak layak untuk dihuni.

Adanya bantuan RTLH ini akan mendorong warga sekitar untuk bersama-sama gotong royong memperbaiki bangunan rumah yang dihuni Slamet. "Bantuan RTLH diserahkan warga saya gotong royong merenovasi rumah Pak Slamet," ungkapnya.

Zainuri membeberkan, sempat terkendala untuk memproses bantuan RTLH untuk Slamet. Itu lantaran KTP yang dimiliki Slamet beralamat di Klaten rumah yang ditempatinya itu merupakan milik istrinya.

Bantuan RTLH untuk Slamet tentu sangat dibutuhkan sekali dan segera akan ditindaklanjuti agar rumahnya lebih layak huni. "Kami berharap bantuan untuk RTLH ini bisa bikin tenang dan berkah keluarga Pak Slamet," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |