Newswire Senin, 14 September 2026 19:37 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memberikan keterangan media di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)./Antara-Maria Cicilia Galuh
Harianjogja.com, JAKARTA—Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai tidak menimbulkan gejolak berarti di pasar. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menyebut pasar merespons transisi tersebut dengan sentimen relatif stabil dan cenderung positif.
“Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara umumnya direspons pasar dengan sentimen yang relatif stabil dan cenderung positif, yaitu bisa dikatakan menenangkan,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Rahma menilai salah satu faktor yang membuat pasar memberikan respons positif adalah tingkat kepercayaan terhadap Suahasil Nazara. Pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) juga membuat penunjukannya dipandang sebagai bentuk keberlanjutan kebijakan atau policy continuity.
Menurut dia, transisi dari pejabat yang telah memahami secara langsung pengelolaan fiskal membuat pelaku pasar tidak menghadapi policy shock. Pasar dinilai sudah mengetahui rekam jejak, gaya komunikasi, serta pemahaman Suahasil terhadap disiplin fiskal.
“Pasar tahu persis rekam jejak, gaya komunikasi, dan pemahamannya terhadap disiplin fiskal,” ujar Rahma.
Kepastian Fiskal Jadi Perhatian Pasar
Rahma mengatakan sentimen utama pasar berkaitan dengan kepastian fiskal dan kredibilitas Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Penunjukan Suahasil dinilai memberikan reassurance atau rasa aman terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga defisit serta kesehatan APBN.
Suahasil sendiri dikenal sebagai teknokrat murni yang sangat ketat dalam mengawal postur fiskal. Karakter tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan fiskal di tengah dinamika global.
Pasar juga menyambut baik penunjukan Suahasil karena dinilai dapat mempertahankan soliditas koordinasi lintas otoritas. Koordinasi tersebut mencakup Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), instansi strategis lain dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta badan pengelola investasi.
Dalam pernyataan resminya pascapelantikan, Suahasil disebut langsung meredam spekulasi liar dengan meminta pelaku pasar melihat pergantian tersebut sebagai kesinambungan manajerial. Fokusnya adalah menjaga kredibilitas keuangan negara sesuai arahan Presiden.
“Secara keseluruhan, pasar memandang pergantian ini sebagai langkah yang mengutamakan kepastian, stabilitas makro, dan terjaganya kepercayaan investor ketimbang perubahan arah angin kebijakan fiskal Indonesia,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online










































