Anggaran Bencana Naik Jadi Rp1,1 Triliun, Banggar DPR: Jauh dari Cukup

5 hours ago 2

Newswire

Newswire Senin, 14 September 2026 18:57 WIB

 Jauh dari Cukup

Ilustrasi, foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Antara/Syifa Yulinnas

Harianjogja.com, JAKARTA—Anggaran untuk kebencanaan dinaikkan menjadi Rp1,1 triliun menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menilai kenaikan tersebut masih jauh dari cukup sehingga pemerintah akan terus mengupayakan tambahan anggaran.

"Jauh dari cukup, kita akan upayakan," kata Said saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Said menjelaskan anggaran kebencanaan sebelumnya hanya dialokasikan sebesar Rp494 miliar pada 2026. Setelah dinaikkan secara signifikan, total anggaran tersebut kini mencapai Rp1,1 triliun.

Dari total kenaikan anggaran tersebut, terdapat dana on call sebesar Rp256 miliar. Dana tersebut menjadi bagian dari anggaran yang disiapkan untuk mendukung penanganan kebencanaan.

Ada Dana Siap Pakai Rp5 Triliun

Selain anggaran kebencanaan sebesar Rp1,1 triliun, pemerintah juga menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5 triliun untuk kebutuhan penanganan bencana.

Said mengatakan pemerintah juga memiliki dana pooling insurance sebesar Rp14 triliun. Anggaran tersebut turut disiapkan sebagai bagian dari sumber pendanaan terkait kebencanaan.

Tidak hanya untuk penanganan dan kesiapsiagaan, pemerintah juga menyediakan anggaran khusus untuk pemulihan setelah bencana. Sebesar Rp10 triliun disiapkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.

Besarnya dukungan anggaran tersebut disiapkan di tengah arahan Presiden Prabowo agar pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Indonesia.

Prabowo Minta Mitigasi Bencana Diperkuat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan. Langkah tersebut diperlukan sebagai antisipasi menghadapi potensi bencana di Indonesia.

"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat negara ini memiliki risiko tinggi menghadapi berbagai jenis bencana. Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api sehingga pemerintah dinilai perlu memperkuat kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

Presiden kemudian meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan saat itu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Koordinasi tersebut ditujukan untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana dengan prinsip menyediakan sumber daya yang lebih banyak dibandingkan kebutuhan minimum.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi bencana. Dengan tambahan anggaran kebencanaan menjadi Rp1,1 triliun, pemerintah tetap akan mengupayakan dukungan anggaran yang dinilai masih diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |