Otorita IKN Waspadai Karhutla di Tengah El Nino, Ini Antisipasinya

10 hours ago 7

Newswire

Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 18:57 WIB

Otorita IKN Waspadai Karhutla di Tengah El Nino, Ini Antisipasinya

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan IKN di tengah fenomena El Nino. Warga diminta segera melaporkan titik api atau asap agar dapat ditangani sebelum kebakaran meluas.

Badan Otorita IKN juga mengimbau masyarakat menghindari berbagai aktivitas di ruang terbuka yang berpotensi memicu sumber api. Pelaporan titik api menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mencegah karhutla di wilayah Nusantara.

“Jika melihat titik api atau asap di Kawasan IKN, segera lakukan langkah berikut: 1. Lapor melalui aplikasi IKNOW menggunakan fitur Panic Button,” tulis OIKN dalam unggahan di akun resmi Instagram @otorita_ikn, dikutip pada Minggu (23/8/2026).

Laporan Titik Api Dipantau Nusantara Command Center

OIKN menyatakan setiap laporan yang masuk akan dimonitor dan ditindaklanjuti oleh Nusantara Command Center (NCC). Setelah laporan diterima, Tim Brigade Api akan segera menuju lokasi untuk melakukan groundchecking serta validasi kejadian.

Langkah cepat tersebut diperlukan karena titik api yang awalnya kecil berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar apabila terlambat ditangani.

“Api kecil dapat menjadi bencana besar jika terlambat ditangani. Mari bersama jaga wilayah Nusantara dari bahaya Karhutla dengan melapor segera melalui aplikasi IKNOW,” lanjut keterangan unggahan tersebut.

El Nino Bikin Lahan Lebih Mudah Terbakar

Dalam unggahan yang sama, OIKN menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim yang menyebabkan curah hujan berkurang dan musim kemarau menjadi lebih kering.

Kondisi tersebut membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih mudah terbakar sehingga meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

Karena itu, OIKN meminta masyarakat menghindari sejumlah aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Aktivitas tersebut meliputi membakar hutan dan lahan, meninggalkan sumber api yang belum padam, membuang puntung rokok sembarangan, hingga membakar sampah.

Sebaliknya, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap. Warga juga perlu memastikan sumber api benar-benar padam serta menjaga kebersihan area yang mudah terbakar.

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Upaya mengantisipasi meluasnya karhutla juga dilakukan pemerintah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB menggelar OMC di wilayah Kalimantan dengan tujuan menurunkan hujan sehingga dapat membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan evaluasi teknis dan ketersediaan awan yang dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Minggu (23/8/2026).

“OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia. Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Minggu.

Suharyanto menjelaskan peningkatan titik api di Kalimantan terjadi karena aktivitas hujan yang minim. Kondisi tersebut membuat api dapat lebih cepat menyambar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |