Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo (dua kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada General Manager Cluster LPP Hotel & MICE Group, Rifai Rahman Saputro (kanan) dalam acara Rebranding Ceremony Narasena Co-Living, jumat (9/1 - 2026). (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
SLEMAN-LPP Convention Hotel secara resmi telah berganti nama (rebranding) menjadi Narasena Co-Living, Jumat (9/1/2026). Dengan perubahan nama ini, Narasena Co-Living berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan hotel berbasis pengalaman (experience).
Rebranding Ceremony dilakukan bersamaan dengan penyerahan Sertifikat Hotel Bintang 3 dan Sertifikat Hotel Berbasis Risiko oleh Lembaga Sertifikasi Produk Proses dan Jasa Usaha Pariwisata PT Putri Kedaton Group di Lhaksita Ballroom Narasena Co-Living, Jumat.
General Manager Cluster LPP Hotel & MICE Group, Rifa’i Rahman Saputro mengatakan perjalanan LPP Convention Hotel dan LPP Garden Hotel di bisnis perhotelan tidaklah mudah. Dimulai dari sebuah wisma dengan keterbatasan fasilitas, sistem, dan ekspetasi pasar tetapi kini akhirnya bisa survive. Pandemi Covid 19 juga membuat industri hotel jatuh karena okupansi turun.
“Kita tidak pernah berhenti berusaha terlebih saat persaingan hotel semakin ketat, bahkan saat persaingan hotel di Jogja ini seakan tidak logis. Tiga tahun terakhir, perfomance hotel membaik. Sistem dan tim kita perkuat dan akhirnya bisa tumbuh. Hingga pada 2025, kita mampu mencapai target di atas yang diamanahkan PT LPP,” ucapnya dalam sambutan.
Ia mengatakan rebranding menjadi Narasena Co-Living tidak sekadar euforia pergantian nama namun juga perubahan dari service-based ke experience based.
Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo menilai persaingan hotel di Jogja sangat luar biasa. Tidak hanya itu, kini semakin banyak indekos harian yang menawarkan fasilitas sama dengan hotel.
Oleh karena itu, konsep co-living yang diangkat oleh Narasena bisa menyajikan suasana hotel yang tidak hanya nyaman untuk menginap namun juga ramah menjadi ruang interaksi seperti untuk arisan dan pertemuan lainnya.
Sementara itu Direktur LSU Putri Kedaton, Lastiani Warih Wulandari mengatakan rebranding menjadi memontum untuk membangun kualitas serta menjaga integritas. Rebranding ini juga menjadi awal untuk semakin membangun tim yang solid. Ia berharap sertifikat hotel bintang 3 yang berhasil diraih, menjadi semangat tim dalam memberikan servis yang lebih baik.
“Staf bisa menerapkan co-living yang tidak hanya experience tetapi juga learning. Misalnya bagian FnB [food and baverage] tidak hanya menyajikan makanan enak, tetapi sudah mulai ada nilai kalorinya,” kata Warih. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































