Mobil Listrik Masih Minoritas di Jepang Meski Penjualan Naik

11 hours ago 5

Harianjogja.com, JAKARTA—Meski mencatat kenaikan pertama dalam dua tahun, kendaraan listrik hanya menyumbang 1,6 persen dari total penjualan mobil baru di Jepang pada 2025.

Namun, kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir tersebut menunjukkan lemahnya pertumbuhan akibat masih terbatasnya stasiun pengisian daya dan pilihan model kendaraan.

Dikutip dari Kyodo, pertumbuhan yang relatif kecil itu, tidak mencakup kendaraan komersial seperti bus dan truk terjadi meskipun Toyota Motor Corp. dan Honda Motor Co. meluncurkan model baru maupun model penyegaran, serta upaya produsen otomotif China, BYD Co., untuk memperluas kehadirannya di pasar Jepang.

Data tersebut dirilis oleh Japan Automobile Dealers Association dan Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association.

Kendaraan listrik hanya menyumbang 1,6 persen dari total kendaraan penumpang baru di Jepang.

Pendaftaran kendaraan listrik non-kendaraan mini tercatat naik 17,1 persen secara tahunan menjadi 39.885 unit, sementara pendaftaran kendaraan kategori kendaraan mini justru turun 19 persen menjadi 20.792 unit.

Penjualan kendaraan listrik Toyota, yang meningkatkan jarak tempuh dan mempertahankan harga model bZ4X tetap terjangkau, melonjak 2,3 kali lipat menjadi 4.203 unit.

Sementara itu, Japan Automobile Importers Association mencatat penjualan kendaraan listrik BYD melonjak 68,3 persen menjadi 3.742 unit.

Pertumbuhan yang lamban tersebut berpotensi mendorong produsen otomotif meninjau ulang strategi mereka untuk memopulerkan kendaraan listrik di pasar Jepang, menurut pengamat industri.

Kendaraan listrik dipandang sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, seiring banyak negara meningkatkan upaya dekarbonisasi.

Namun demikian, Komisi Eropa sebagai badan eksekutif Uni Eropa telah melonggarkan rencana pelarangan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel mulai 2035.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |