Minyak Zaitun. / Foto ilustrasi Freepik.
Harianjogja.com, JAKARTA—Extra virgin olive oil atau minyak zaitun ekstra murni disebut berpotensi membantu menjaga performa kognitif otak, termasuk kemampuan berpikir dan daya ingat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam minyak zaitun dapat mendukung kesehatan otak jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Minyak zaitun merupakan komponen utama dalam Diet Mediterania, pola makan yang secara luas diteliti dan sering direkomendasikan oleh pakar kesehatan karena dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
Pepatah lama yang berbunyi “Anda adalah apa yang Anda makan” kerap digunakan untuk menggambarkan hubungan antara pola makan dan kesehatan tubuh.
Dalam konteks ilmiah, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi secara rutin dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk cara kerja otak dalam memproses informasi, mengingat, dan mengambil keputusan.
Dalam praktik sehari-hari, minyak goreng menjadi salah satu bahan dasar yang hampir selalu digunakan dalam berbagai jenis hidangan, baik untuk menumis, menggoreng, memanggang, maupun sebagai campuran saus pada makanan seperti salad.
Banyak orang yang memperhatikan pola makan sehat biasanya fokus pada jumlah kalori dan kandungan nutrisi makanan. Namun, jenis minyak yang digunakan dalam memasak juga dapat memengaruhi kualitas nutrisi makanan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan otak.
Minyak zaitun, khususnya extra virgin olive oil, kerap dipuji oleh komunitas medis karena kandungan antioksidan, polifenol, dan vitamin yang berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian Kaitkan Extra Virgin Olive Oil dengan Kinerja Otak
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 24 Januari 2026 melaporkan bahwa konsumsi extra virgin olive oil berkaitan dengan performa kognitif yang lebih baik, termasuk kemampuan berpikir serta fungsi memori.
Kemampuan berpikir merupakan proses otak dalam memahami, mengolah, serta menafsirkan informasi, sementara memori berkaitan dengan kemampuan seseorang menyimpan dan mengingat kembali informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Para peneliti menjelaskan bahwa manfaat tersebut kemungkinan berkaitan dengan kandungan nutrisi penting dalam minyak zaitun, seperti antioksidan dan polifenol yang diketahui berperan dalam menjaga kesehatan sel-sel saraf serta mengurangi peradangan dalam tubuh.
Hubungan Usus dan Otak
Penelitian tersebut juga menyoroti peran gut-brain axis atau poros usus-otak, yaitu hubungan biologis antara sistem pencernaan dan sistem saraf.
Menurut temuan penelitian tersebut, orang yang mengonsumsi extra virgin olive oil cenderung memiliki mikrobioma usus yang lebih beragam dan seimbang. Mikrobioma usus yang sehat diketahui dapat mendukung fungsi pencernaan sekaligus berperan dalam menjaga kesehatan otak.
Sebaliknya, refined olive oil atau minyak zaitun yang telah melalui proses pemurnian intensif cenderung kehilangan sebagian senyawa bioaktif yang bermanfaat.
Karena itu, banyak ahli gizi menyarankan memilih extra virgin olive oil dibandingkan minyak zaitun yang telah melalui proses rafinasi apabila tujuan utamanya adalah memperoleh manfaat nutrisi yang optimal.
Informasi mengenai potensi manfaat minyak zaitun terhadap fungsi kognitif ini dapat menjadi salah satu referensi bagi masyarakat dalam memilih bahan makanan yang lebih sehat. Namun, para ahli juga menekankan bahwa kesehatan otak tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan, melainkan oleh keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta faktor gaya hidup lainnya.
Catatan: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan saran medis profesional. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu atau membutuhkan rekomendasi nutrisi khusus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times


















































