Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air

10 hours ago 9

Newswire

Newswire Senin, 24 Agustus 2026 18:47 WIB

Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air

Petugas BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Gebang di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kamis (20/8/2026)./Istimewa-BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota mengatasi kekeringan akibat musim kemarau 2026. Langkah tersebut disiapkan menjelang puncak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan kesiapan penanganan kekeringan telah dilakukan di masing-masing kabupaten di DIY. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan anggaran rutin untuk menghadapi dampak kemarau.

"Dari masing-masing kabupaten di DIY itu sudah siap semua terkait dengan bagaimana mengatasi kekeringan di masyarakat pada puncak kemarau 2026," katanya.

Menurut Agustinus, dampak kekeringan lebih serius terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kabupaten Bantul dibandingkan wilayah lain seperti Sleman.

Ketiga daerah tersebut telah menyiapkan anggaran rutin untuk penanganan kekeringan. Namun, apabila kebutuhan penanganan tidak mencukupi melalui dana belanja tak terduga (BTT), BPBD DIY akan menyiapkan dukungan anggaran di tingkat provinsi melalui anggaran perubahan.

"Kemudian, nanti kalau mengatasi kekeringan tidak cukup dengan dana belanja tak terduga (BTT), kami juga menyiapkan anggaran di level provinsi nanti dengan anggaran perubahan. Kita sudah siap," katanya.

Distribusi Air Bersih Tak Hanya dari BPBD

Agustinus menjelaskan anggaran untuk memberikan bantuan air bersih atau distribusi air ke masyarakat terdampak kemarau tidak hanya bersumber dari BPBD. Instansi teknis lain juga memiliki anggaran untuk penanganan kebutuhan tersebut.

"Anggaran terutama untuk dropping air ke wilayah kekeringan tidak hanya di BPBD, tapi juga ada di Dinas Sosial, dan nanti kita siap membackup ke teman-teman kabupaten untuk mengatasi kekeringan," katanya.

BPBD DIY hingga kini belum memiliki data rinci mengenai sebaran wilayah maupun masyarakat yang berpotensi atau rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau. Namun, sebagian wilayah yang berpotensi terdampak berada di daerah perbukitan.

"Potensi kekeringan di Gunung Kidul itu di Rongkop, Gedangsari, Panggang dan Tepus, itu kecamatan yang potensi kekeringannya cukup tinggi," katanya.

Anggaran Dropping Air Gunungkidul Menipis

Di Kabupaten Gunungkidul, anggaran penyaluran bantuan air bersih atau dropping bagi warga yang mengalami krisis air semakin menipis. BPBD Gunungkidul berencana meminta tambahan anggaran kepada Pemkab Gunungkidul agar distribusi air tetap berjalan setelah pagu yang tersedia diperkirakan habis pada pertengahan September mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan penyaluran air bersih masih dilakukan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan. Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan 484 tangki air ke sejumlah kapanewon di Bumi Handayani.

“Ini baru bantuan yang disalurkan oleh BPBD. Kalau ditotal bantuan air bersih diberikan mencapai 2,67 juta liter,” kata Purwono saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Bantuan air bersih dari BPBD Gunungkidul telah menjangkau 10 kapanewon. Wilayah tersebut meliputi Wonosari, Semin, Girisubo, Rongkop, Tepus, Panggang, Saptosari, Ngawen, Ponjong, dan Purwosari.

BPBD Gunungkidul Siapkan Tambahan Anggaran

Purwono mengatakan bantuan air bersih akan terus diberikan kepada masyarakat yang mengalami krisis air. Namun, ketersediaan anggaran menjadi perhatian karena pagu BPBD diprediksi hanya mampu menopang penyaluran hingga September.

Meski anggaran dropping air semakin menipis, Purwono mengaku tidak khawatir. Penyaluran secara mandiri oleh kapanewon masih berlangsung sehingga kebutuhan air bersih tetap dapat ditangani.

Selain itu, BPBD Gunungkidul berencana meminta tambahan anggaran melalui pagu Belanja Tak Terduga (BTT) milik Pemkab Gunungkidul agar dropping air dapat terus dilakukan bagi warga yang membutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |