Trofi Liga Champions. - Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Laga krusial Liga Champions akan tersaji di Stadion Allianz saat Juventus menjamu Benfica pada Kamis (22/1/2026) pukul 03.00 WIB. Laga ini akan menampilkan duel strategi dua pelatih elite Eropa, Luciano Spalletti dan Jose Mourinho.
Duel ini diprediksi berlangsung panas mengingat posisi kedua tim masih rentan di papan tengah klasemen fase liga dengan hanya dua pertandingan tersisa.
Kedua tim sama-sama mengumpulkan poin krusial belakangan ini. Juventus bertahan di peringkat 17 dengan koleksi sembilan poin setelah dua kemenangan beruntun, prestasi terbaik mereka sejak tren lima kemenangan pada 2021. Benfica, di posisi 27 dan tertinggal tiga poin, justru bangkit lewat dua kemenangan clean sheet beruntun usai paceklik kemenangan di enam laga sebelumnya.
Kemenangan tanpa kebobolan di Turin akan catatkan Benfica tiga kemenangan beruntun tanpa gol kebobolan di kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya sejak periode 1989-1999. Spalletti mengakui ancaman serius dari pasukan Mourinho yang kini menampilkan tempo tinggi dan mobilitas lapangan luar biasa.
"Dengan Mourinho, Anda selalu mengharapkan sesuatu yang berbeda. Pertandingan pasti intens dan saya yakin Benfica akan tampil agresif," ujar Spalletti jelang laga seperti dikutip Sky Sports Italia.
Ia juga menyebut duel ini sebagai pertandingan prestisius. "Suasana selalu lebih hidup ketika Mourinho ada di bangku lawan. Itu kebanggaan bagi saya," tambahnya.
Kedua pelatih ini sudah delapan kali bertemu saat menangani Inter Milan dan AS Roma. Spalletti unggul tipis dengan tiga kemenangan berbanding dua milik Mourinho, sisanya berakhir imbang. Sejak ditunjuk Juventus pada 30 Oktober, Spalletti catatkan 24 poin di Serie A, hanya kalah dari Inter dan AC Milan, meski ia belum memikirkan kontrak jangka panjang.
Mentalitas juang Benfica juga mendapat pujian dari Spalletti. "Mereka memiliki kualitas yang hebat, mereka mampu mempertahankan tempo yang sangat tinggi, dan mereka membuat lapangan sangat ramai. Namun, semua perhatian akan tertuju pada tim saya besok malam," tegasnya.
Ia pun mewanti-wanti pemainnya untuk selalu siaga penuh saat berhadapan melawan tim seperti Benfica, yang memiliki sejarah sepak bola dan identitas yang kuat. "Tim-tim Portugal menarik Anda ke dalam ritme mereka dan jika Anda tidak hati-hati, Anda akan terjebak di dalamnya. Saya berharap para pemain kami siap," pungkasnya.
Jose Mourinho menyebut laga ini sebagai "final lainnya" bagi Benfica, mengingat ketidakpastian poin lolos. "Setiap pertandingan sekarang seperti final. Kami harus siap dalam kondisi apa pun," katanya.
Prediksi Susunan Pemain
Juventus (3-4-3):
Di Gregorio, Kalulu, Bremer, Kelly, McKennie, Locatelli, Koopmeiners, Cambiaso, Yildiz, David, Conceição
Pelatih: Luciano Spalletti
Benfica (4-2-3-1):
Trubin, Dedic, T Araujo, Otamendi, Dahl, Aursnes, Barreiro, Prestianni, Sudakov, Schjelderup, Pavlidis
Pelatih: Jose Mourinho
Pertandingan ini bukan sekadar soal poin klasemen, melainkan adu gengsi dua pelatih besar yang saling kenal betul karakter taktik masing-masing. Juventus butuh kemenangan untuk naik peringkat aman, sementara Benfica ingin bangkit total di bawah komando The Special One.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































