Infantino Siapkan Reformasi Tata Kelola FIFA Jelang Pemilihan Presiden 2027

3 hours ago 3

Infantino Siapkan Reformasi Tata Kelola FIFA Jelang Pemilihan Presiden 2027

FIFA President Gianni Infantino. (AFP/SIMON MAINA/SIMON MAINA)

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden FIFA Gianni Infantino membuka wacana perubahan tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut. Ia mengusulkan konsultasi dengan konfederasi dan 211 asosiasi anggota FIFA untuk membahas penguatan proses pengambilan keputusan.

Usulan itu disampaikan Infantino melalui surat kepada anggota Dewan FIFA dan presiden seluruh asosiasi anggota pada Senin (21/9/2026). Dalam surat tersebut, ia juga menyatakan terbuka terhadap penilaian eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola FIFA untuk berbagai inisiatif strategis.

Wacana tersebut muncul setelah FIFA menghadapi sorotan terkait FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah rencana untuk mengembangkan pengelolaan hak komersial kompetisi FIFA dengan melibatkan investasi swasta.

FIFA akhirnya menghentikan rencana tersebut pada akhir Juli 2026 setelah muncul penolakan dari sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota.

Infantino Ingin Ada Konsultasi dengan Anggota FIFA

Dalam suratnya, Infantino mengatakan akan mengusulkan kepada Dewan FIFA pembentukan konsultasi yang dilakukan secara langsung, terstruktur, dan memiliki batas waktu.

Konsultasi itu akan melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, serta pemangku kepentingan terkait. Fokus pembahasannya adalah bagaimana proses pengambilan keputusan FIFA dapat diperkuat.

Salah satu hal yang akan dibahas adalah pembagian peran antara Presiden FIFA, Biro, Dewan FIFA, dan Kongres FIFA ketika organisasi mengambil keputusan strategis.

Aspek lain yang menjadi perhatian mencakup transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan.

Infantino juga mengusulkan agar Dewan FIFA mempertimbangkan evaluasi eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola yang digunakan untuk berbagai keputusan strategis. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi perubahan lebih lanjut.

FFE Jadi Latar Belakang Reformasi

Pembahasan mengenai tata kelola FIFA tidak terlepas dari kontroversi FIFA Forward Enterprise.

Dalam proposal yang diperkenalkan FIFA pada Juli 2026, FFE dirancang sebagai entitas yang mengonsolidasikan aktivitas komersial dan operasional kompetisi FIFA. FIFA saat itu menyebut langkah tersebut berpotensi meningkatkan pendanaan untuk program pengembangan sepak bola bagi 211 asosiasi anggota.

Rencana tersebut memicu keberatan dari sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, AFC, dan CONCACAF. Kritik terutama berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan kurangnya konsultasi dengan pihak-pihak terkait.

FIFA kemudian menarik proposal tersebut. Infantino menyatakan proyek itu tidak akan dilanjutkan setelah pembahasan dengan berbagai pihak menunjukkan bahwa rencana tersebut telah menimbulkan perpecahan yang dinilai tidak lagi sejalan dengan tujuan awal proyek.

Pada awal Agustus, FIFA juga mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut dan menyatakan akan melakukan peninjauan. Laporan mengenai hasil peninjauan dijadwalkan disampaikan kepada Dewan FIFA.

Reformasi Dibahas pada Oktober

Usulan baru Infantino dijadwalkan menjadi bahan pembahasan dalam rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober 2026.

Perubahan terhadap Statuta FIFA pada akhirnya membutuhkan persetujuan Kongres FIFA. Karena itu, konsultasi dengan asosiasi anggota akan menjadi bagian penting apabila pembahasan tersebut berujung pada perubahan aturan organisasi.

Infantino juga menyatakan bahwa sikap sebuah asosiasi anggota terhadap persoalan tata kelola tidak akan memengaruhi perlakuan FIFA terhadap asosiasi tersebut.

Program pengembangan dan solidaritas FIFA, menurutnya, tetap akan dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sorotan Berlanjut Menjelang Pemilihan Presiden FIFA

Pembahasan mengenai reformasi tata kelola berlangsung beberapa bulan sebelum pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

Infantino telah menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri kembali. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Hingga 22 September 2026, belum ada kandidat penantang yang secara resmi diumumkan. Sejumlah pejabat sepak bola disebut sedang mencari sosok yang dapat maju menghadapi Infantino, tetapi proses tersebut masih berlangsung.

Salah satu nama yang disebut dalam dinamika tersebut adalah Presiden CONCACAF Victor Montagliani. Namun, belum ada konfirmasi resmi bahwa Montagliani akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA.

Selain persoalan tata kelola, isu keuangan FIFA juga menjadi bagian dari perdebatan. Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Montagliani sebelumnya mengusulkan peninjauan independen terhadap cadangan keuangan FIFA serta distribusi dana kepada 211 asosiasi anggota.

Reuters melaporkan keduanya mengusulkan distribusi sekitar US$2,1 miliar kepada asosiasi anggota untuk periode 2027-2030, dengan usulan sedikitnya US$10 juta untuk setiap asosiasi. Proposal tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk meningkatkan transparansi keuangan dan evaluasi independen di FIFA.

Dengan konsultasi baru yang akan dibahas Dewan FIFA pada Oktober, proses tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan masa depan tata kelola organisasi menjelang Kongres dan pemilihan presiden FIFA 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |