Harianjogja.com, JOGJA— Hyundai Motor Group mengubah jadwal pengembangan teknologi bantuan mengemudi buatannya sendiri dengan menargetkan kendaraan berplatform Atria mulai diproduksi pada paruh kedua 2029. Sambil mengejar target tersebut, Hyundai menggandeng Nvidia untuk mempercepat penerapan sistem bantuan pengemudi canggih atau advanced driver-assistance systems (ADAS) mulai 2028.
Strategi baru ini membuat Hyundai menjalankan pengembangan teknologi dalam dua jalur. Teknologi berbasis Nvidia ditargetkan hadir lebih cepat, sementara Hyundai tetap mengembangkan Atria sebagai platform perangkat lunak yang menjadi basis teknologi bantuan mengemudi milik perusahaan sendiri.
Hyundai Motor Group secara resmi menargetkan kendaraan dengan teknologi Nvidia Level 2+ diproduksi pada paruh pertama 2028 dan Level 2++ pada paruh kedua tahun yang sama. Setelah itu, kendaraan dengan Atria AI untuk Level 2++ ditargetkan masuk produksi pada paruh kedua 2029.
Hyundai Pilih Strategi Dua Jalur
Perubahan jadwal tersebut menunjukkan Hyundai tidak lagi mengandalkan pengembangan internal secara penuh untuk mencapai target jangka pendek. Kerja sama dengan Nvidia digunakan untuk mempercepat kehadiran fitur ADAS, sekaligus memberikan Hyundai kesempatan mengumpulkan data penggunaan kendaraan yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan Atria.
Presiden Hyundai Motor Group Park Min-woo mengatakan kerja sama tersebut tidak berarti Hyundai menyerahkan pengembangan teknologi masa depannya kepada Nvidia.
"Kerja sama kami dengan Nvidia bukan berarti menyerahkan sepenuhnya masa depan kami kepada mereka," kata Park Min-woo, dikutip dari Reuters, Senin (14/9/2026).
Menurut Park, Hyundai dan Nvidia akan merancang teknologi tersebut secara bersama-sama. Data yang diperoleh dari sistem itu kemudian akan digunakan Hyundai untuk melatih dan menyempurnakan platform perangkat lunak Atria.
Hyundai sebelumnya menargetkan teknologi bantuan mengemudi yang dikembangkan secara internal mulai diperkenalkan pada akhir 2027. Perubahan target menjadi 2029 menunjukkan perusahaan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengembangkan teknologi tersebut.
Di sisi lain, kerja sama dengan Nvidia memungkinkan Hyundai menghadirkan kemampuan ADAS yang lebih cepat. Level 2+ dan Level 2++ ditargetkan hadir pada kendaraan produksi sepanjang 2028.
Park Min-woo Dorong Kerja Sama dengan Nvidia
Park menjadi salah satu figur penting dalam perubahan strategi tersebut. Mantan eksekutif Nvidia itu bergabung dengan Hyundai pada Januari 2026 dan kemudian mendorong penguatan hubungan kedua perusahaan.
Pendekatan tersebut berbeda dari strategi pendahulunya, Song Chang-hyeon, yang sebelumnya lebih menitikberatkan pengembangan perangkat lunak secara internal sebelum meninggalkan jabatannya pada Desember 2025.
Hyundai kini menggabungkan kemampuan teknologi Nvidia dengan pengembangan Atria. Perusahaan menyebut pendekatan dua jalur itu memungkinkan mereka mengejar kecepatan komersialisasi tanpa menghentikan pengembangan teknologi sendiri.
Perubahan ini juga terjadi ketika Hyundai menghadapi persaingan dengan Tesla dan produsen mobil asal Tiongkok dalam pengembangan serta komersialisasi teknologi berkendara otomatis. Reuters melaporkan penundaan target internal Hyundai memunculkan kekhawatiran perusahaan dapat semakin tertinggal dalam persaingan tersebut.
Namun, Hyundai menyatakan ukuran armada kendaraan yang dimiliki bersama Kia dapat menjadi sumber penting untuk mengumpulkan data berkendara. Grup tersebut menjual lebih dari 7 juta kendaraan setiap tahun di sekitar 190 negara dan wilayah, sehingga memiliki basis kendaraan yang besar untuk pengumpulan data dunia nyata.
Hyperion 10 Jadi Basis Teknologi Nvidia
Untuk kendaraan yang menggunakan teknologi Nvidia pada tahap awal, Hyundai akan menggunakan platform DRIVE Hyperion 10. Sistem tersebut tidak langsung mengandalkan lidar yang relatif mahal.
Sebagai gantinya, kendaraan akan menggunakan kombinasi kamera, radar, dan sensor ultrasonik. Hyundai juga melakukan standardisasi sistem sensor pada Hyundai Motor, Kia, 42dot, dan Motional dengan mengacu pada arsitektur Nvidia DRIVE Hyperion 10.
Pilihan tersebut tidak berarti Hyundai menutup kemungkinan penggunaan lidar. Perusahaan masih mempertimbangkan sensor tersebut untuk sistem kendaraan otomatis Level 3.
Level 3 memungkinkan kendaraan menjalankan fungsi berkendara secara lebih otomatis dalam kondisi tertentu, termasuk memungkinkan pengemudi melepaskan tangan dari kemudi sesuai batas kemampuan sistem dan kondisi yang ditentukan.
Park menekankan pentingnya penggunaan beberapa jenis sensor untuk menjaga keselamatan kendaraan.
"Untuk benar-benar memastikan keselamatan, kami meyakini redundansi sensor sangat penting. Jika satu sensor gagal, sensor lainnya harus mampu mempertahankan pengoperasian yang aman," kata Park.
Hingga kini, Hyundai belum memberikan jadwal komersialisasi kendaraan Level 3. Dengan demikian, target yang sudah diumumkan secara lebih jelas adalah penerapan Level 2+ dan Level 2++ melalui teknologi Nvidia pada 2028 serta kendaraan Level 2++ berbasis Atria pada paruh kedua 2029.
Atria Tetap Jadi Target Jangka Panjang
Di balik penggunaan teknologi Nvidia untuk mempercepat produk dalam waktu dekat, Hyundai tetap menempatkan Atria sebagai bagian penting dari strategi kemandirian teknologi. Atria merupakan sistem berkendara otomatis end-to-end yang dikembangkan oleh divisi Advanced Vehicle Platform Hyundai bersama 42dot.
Hyundai juga mengaktifkan sistem yang disebut Data Flywheel untuk menciptakan siklus pengumpulan data, pelatihan AI, validasi, dan penerapan kembali teknologi ke kendaraan. Data dari kendaraan produksi akan digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan sistem pada pengembangan berikutnya.
Strategi tersebut membuat target 2029 bukan sekadar penjadwalan ulang. Hyundai berupaya menggunakan kendaraan berbasis Nvidia yang hadir lebih cepat sebagai sumber data sekaligus pijakan untuk mengembangkan teknologi Atria.
Hyundai menyatakan ingin meningkatkan jumlah data berkendara yang dikumpulkan hingga mampu melampaui pesaing pada 2033. Bagi perusahaan, kemampuan mengumpulkan dan mengolah data dunia nyata menjadi bagian penting dalam mengejar ketertinggalan di teknologi kendaraan otomatis.
Dengan skema tersebut, kendaraan berbasis Nvidia menjadi langkah jangka pendek Hyundai, sedangkan Atria tetap diarahkan sebagai teknologi yang menopang kemandirian perangkat lunak perusahaan pada tahap berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































