Brasil Jadi Tren Dunia 2026, dari Brazilcore hingga Pariwisata

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA— Brasil tengah menikmati lonjakan perhatian dari dunia internasional pada 2026. Bukan hanya melalui fesyen, negara di Amerika Selatan itu kini semakin sering muncul dalam musik, film, olahraga, pariwisata, hingga percakapan di media sosial.

Warna hijau, kuning, dan biru yang identik dengan Brasil ikut menjadi bagian dari tren global. Sejumlah pesohor seperti Bad Bunny, Emily Ratajkowski, Hailey Bieber, Sabrina Carpenter, hingga Addison Rae pernah tampil dengan gaya yang terinspirasi budaya Brasil.

Fenomena tersebut berakar dari Brazilcore, tren fesyen yang mulai mencuri perhatian luas sejak 2023. Gaya ini menggunakan warna bendera Brasil dan berbagai elemen budaya negara tersebut, tetapi dalam perkembangannya pengaruh Brazilcore tidak lagi berhenti pada pakaian.

Dari Brazilcore ke Brasilidade

Néli Pereira, kandidat doktor bidang studi budaya di University of Sao Paulo, melihat kemunculan Brazilcore sebagai perubahan dari kecenderungan fesyen yang sebelumnya lebih seragam.

"Kemudian tiba-tiba muncul gelombang dari Brasil yang menunjukkan lebih banyak kulit dan menggunakan lebih banyak warna," kata Pereira, dikutip dari AP. 

Gaya tersebut kemudian berkembang menjadi fenomena yang lebih luas dan dikenal dengan istilah "brasilidade", yakni identitas atau karakter kebrasilan yang tampil melalui berbagai bentuk budaya. Musik, tarian, film, olahraga, dan konten digital ikut menjadi bagian dari gelombang tersebut.

Di industri fesyen, pengaruh Brasil terlihat dari koleksi sejumlah merek global. Zara dan H&M, misalnya, merilis pakaian dengan warna hijau-kuning atau menampilkan tulisan Rio de Janeiro. Sementara Chanel, Jil Sander, dan Schiaparelli turut memasukkan referensi warna nasional Brasil dalam produk mereka.

Bagi pembaca yang mengikuti tren fesyen, perubahan ini menunjukkan bahwa simbol sebuah negara dapat bergerak jauh melampaui identitas nasional. Warna dan unsur budaya Brasil kini juga dipakai sebagai bagian dari gaya populer di berbagai negara.

Turis Ikut Membawa Brazilcore ke Brasil

Perubahan citra Brasil juga terlihat dari sektor pariwisata. Lebih dari 9 juta wisatawan asing dilaporkan mengunjungi Brasil pada tahun lalu, atau meningkat 37 persen dibandingkan 2024.

Di Rio de Janeiro, pengaruh tren tersebut bahkan terlihat dalam aktivitas wisata di favela Rocinha. Sejumlah wisatawan mengikuti tur dengan mengenakan pakaian bergaya Brazilcore, sementara lanskap kota menjadi latar konten yang kemudian disebarkan melalui media sosial.

Salah satu tren yang berkembang adalah pembuatan video menggunakan drone dengan latar pemandangan Rio de Janeiro. Konten semacam itu ikut memperkuat daya tarik lokasi wisata Brasil di internet.

"Kalau tidak membuat video dengan drone, rasanya seperti belum datang ke favela," kata wisatawan asal Barcelona Eduardo Maristany.

Fenomena tersebut membuat pengalaman wisata tidak hanya berhenti ketika turis meninggalkan sebuah tempat. Aktivitas mereka juga dapat berubah menjadi konten digital yang memperkenalkan Brasil kepada audiens di negara lain.

Bintang Dunia Membawa Brasil ke Panggung

Popularitas Brasil juga mendapatkan dorongan dari industri musik internasional. Madonna, Lady Gaga, dan Shakira masing-masing pernah menggelar konser gratis di Pantai Copacabana pada 2024, 2025, dan 2026. Menurut pemerintah Kota Rio, setiap konser tersebut menarik sedikitnya satu juta penonton.

Bruno Mars juga ikut memperlihatkan kedekatannya dengan budaya Brasil melalui unggahan video ketika dirinya menari dengan musik funk Brasil. Dalam video tersebut, ia juga berpose dengan anjing berwarna karamel yang populer di Brasil.

Musik funk Brasil menjadi salah satu produk budaya yang semakin dikenal di luar negeri. Genre tersebut antara lain dipopulerkan oleh Anitta, yang ikut membawa suara dan budaya Brasil ke audiens internasional.

Perhatian global tidak hanya datang dari musik. Film Brasil seperti I'm Still Here dan The Secret Agent juga mendapatkan perhatian di berbagai ajang internasional, memperluas kehadiran budaya Brasil dalam industri hiburan dunia.

Media Sosial Jadi Penggerak

Di balik meluasnya perhatian tersebut terdapat kekuatan media sosial. Dengan populasi lebih dari 200 juta orang, Brasil menjadi salah satu negara dengan tingkat keterhubungan digital yang tinggi.

Direktur Operasional TikTok untuk Amerika Latin Eduardo Lorenzi mengatakan pengguna Brasil memiliki karakter interaksi kolektif yang kuat di internet. Konten yang muncul dapat dengan cepat berubah menjadi meme atau referensi budaya, kemudian menyebar ke audiens yang lebih luas.

Kondisi itu membuat budaya lokal lebih mudah bergerak ke ruang global. Sebuah gaya pakaian, musik, tarian, figur publik, atau kebiasaan yang awalnya populer di Brasil dapat memperoleh perhatian dari pengguna internet di berbagai negara.

Meski demikian, tren tersebut tidak otomatis akan bertahan selamanya. Pereira memperkirakan pemilu mendatang dan kembalinya polarisasi politik dapat memengaruhi citra warna hijau dan kuning yang saat ini diasosiasikan dengan kegembiraan.

Komedian Prancis Paul Cabannes yang tinggal di Sao Paulo juga melihat adanya tanda kejenuhan. Menurut dia, semakin banyak kreator asing yang membuat konten khusus tentang Brasil sehingga formula tersebut mulai terasa berulang.

Terlepas dari kemungkinan perubahan tren, perhatian internasional yang sedang diterima Brasil telah memperkuat posisi budaya negara tersebut di panggung global. Bagi para pengamat, gelombang ini sekaligus memperbesar soft power Brasil melalui fesyen, musik, film, pariwisata, dan media sosial.

Brasil, dengan demikian, tidak hanya sedang menjadi latar bagi tren global. Budayanya ikut menjadi bagian dari tren itu sendiri, dari warna pakaian yang dikenakan selebritas hingga konten wisata dan musik yang beredar di platform digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |