
Pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo di area Ramp On Trihanggo. /Istimewa-PT Adhi Karya.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo pada ruas Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman memasuki tahap baru. PT Adhi Karya kini mempercepat perakitan rangka atap gerbang tol yang akan menjadi akses masuk (ramp on) dan keluar (ramp off), dengan desain khas berupa siluet Situs Kraton Ratu Boko.
Tahap konstruksi tersebut menandai perkembangan terbaru proyek infrastruktur strategis yang diproyeksikan menghadirkan identitas budaya lokal pada gerbang utama Tol Jogja-Solo. Setelah rangka atap selesai dirakit, struktur tersebut akan diangkat dan dipasang di atas pilar yang sebelumnya telah berdiri.
Rangka Atap Gerbang Tol Sedang Dirakit
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan pembangunan gerbang di area Ramp On maupun Ramp Off kini sudah dimulai. Kedua gerbang itu nantinya berfungsi sebagai akses kendaraan keluar dan masuk ke ruas Tol Jogja-Solo.
"Sekarang sudah mulai bangun gerbangnya," terang Agung pada Senin (6/7/2026).
Menurut Agung, fokus pekerjaan saat ini adalah menyelesaikan perakitan rangka atap gerbang tol sebelum dipasang pada konstruksi utama.
"Betul, rangka atap untuk gerbang Ramp On sama Ramp Off sudah mulai diset lah (dirakit). Nanti kemudian naik dipasang di pilar-pilar, di atas pilar-pilarnya itu," jelasnya.
Siluet Situs Kraton Ratu Boko Jadi Ciri Khas
Desain akhir Gerbang Tol Trihanggo dipastikan mengangkat tema Situs Kraton Ratu Boko. Bagian atap gerbang akan dibentuk menyerupai siluet kompleks situs bersejarah tersebut sebagai identitas visual gerbang tol.
"Iya kompleks situs Ratu Boko," jelasnya.
Sebelumnya, pada Selasa (19/5/2026), Agung telah menjelaskan bahwa unsur Kraton Ratu Boko diwujudkan melalui ornamen berbentuk segitiga yang menyerupai bangunan candi di bagian atas gerbang tol. Adapun pilar penyangganya tetap menggunakan desain standar sebagaimana gerbang tol pada umumnya.
Dilengkapi Tulisan Aksara Jawa dan Huruf Latin
Selain menghadirkan siluet Kraton Ratu Boko, Gerbang Tol Trihanggo juga akan dilengkapi identitas berupa tulisan menggunakan Aksara Jawa dan huruf Latin.
"Ada tulisan Aksara Jawa dan tulisan Trihanggo untuk tulisan latinnya," ungkap Agung.
Konsep tersebut sekaligus memastikan nama gerbang tol yang berada di dekat Simpang Kronggahan resmi menggunakan nama Gerbang Tol Trihanggo.
"Betul, Gerbang Tol Trihanggo. Nanti kemudian kita kasih Aksara Jawa Trihanggo, sama latinnya Gerbang Tol Trihanggo," terangnya.
Ornamen Dibuat Dua Muka agar Terlihat dari Dua Arah
Arsitektur Gerbang Tol Trihanggo juga dirancang dengan konsep dua muka. Dengan desain ini, pengendara yang melintas dari arah masuk maupun keluar tol tetap dapat menikmati tampilan siluet Situs Kraton Ratu Boko beserta tulisan identitas gerbang.
"Betul, dua muka. Yang dari keluar maupun masuk tol kan kelihatan nanti. Tulisannya juga dua muka nanti," tandasnya.
Agung berharap keberadaan Gerbang Tol Trihanggo tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga menjadi ikon baru yang memadukan pembangunan infrastruktur dengan kekayaan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan sekaligus mendorong minat masyarakat berkunjung ke destinasi wisata di DIY.
"Pastilah, itu nanti jadi ikon yang kita berikan persembahan terbaik untuk warga DIY. Ya jadi ikonik bener gitu, gerbang tol yang ada memadukan unsur budayanya," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































