Ketua Umum Keluarga Alumni Teknologi Nasional (Kelatnas), Yunus, sedang memberikan bantuan kepada mahasiswa ITNY asal Sumatera yang terdampak bencana alam di Hotel Merapi Merbabu, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (24/2/2026). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
SLEMAN—Kelatnas Leadership Forum (KLF) 2026 ITNY menjadi ruang kolaborasi alumni lintas generasi untuk membahas kepemimpinan di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam momentum Dies Natalis ke-53 ITNY.
Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan Kelatnas Leadership Forum (KLF) 2026 di Hotel Merapi Merbabu, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Selasa (24/2/2026). Forum alumni ITNY ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para alumni dari berbagai angkatan guna memperkuat jejaring kolaborasi lintas sektor.
Ketua Panitia Kelatnas Leadership Forum 2026, Muhammad Arsyad, menjelaskan kegiatan tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga upaya memposisikan alumni sebagai mitra strategis almamater dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.
"Tujuan utama kami adalah mempererat silaturahmi sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan kepemimpinan dari para alumni yang telah berprestasi di berbagai bidang," kata Arsyad dalam sambutannya, Selasa (24/2/2025).
Ketua Umum Keluarga Alumni Teknologi Nasional (Kelatnas), Yunus, menambahkan bahwa dalam waktu dekat organisasi alumni akan membentuk koordinasi wilayah (korwil) untuk memperkuat konsolidasi serta mempercepat komunikasi dan kontribusi alumni ITNY di berbagai daerah.
Pembentukan korwil tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks, di mana kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi konkret menjadi faktor penting dalam menentukan peran seseorang di masyarakat.
“Kita harus menjadi insan yang membawa perubahan. Momentum Dies Natalis kali ini mengingatkan bahwa perjalanan almamater tidak berhenti di ruang kuliah,” kata Yunus.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif di tengah era disrupsi.
Ia membuka sambutan dengan pertanyaan mendasar mengenai posisi kepemimpinan di tengah perubahan zaman, yakni apakah manusia memimpin perubahan atau justru perubahan yang memimpin manusia. Pertanyaan tersebut mencerminkan kompleksitas tantangan pembangunan saat ini.
“Yang sesungguhnya terguncang bukan teknologi atau model bisnis, tapi cara memahami otoritas. Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan yang hadir dan berdiri sendiri bukan menjadi tanda kekuasaan, tapi tanda keterbatasan,” kata Gubernur DIY.
Menurutnya, kepemimpinan kolaboratif menjadi kunci dalam menjawab persoalan pembangunan lintas sektor karena kekuatan sebuah sistem tidak lagi bertumpu pada satu pusat dominasi, melainkan pada distribusi tanggung jawab yang seimbang.
"Pembangunan daerah dan bangsa bekerja dengan logika yang sama. Pembangunan memerlukan distribusi tanggung jawab, kepercayaan, dan kepemimpinan,” katanya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa di era disrupsi, kecepatan sering diagungkan, padahal tanpa arah yang jelas justru berpotensi mempercepat kesalahan. Kolaborasi diperlukan untuk memastikan arah sebelum bergerak cepat.
“Tetapi kolaborasi bukan tentang persoalan teknis, tapi lebih kepada karakter. Tanpa integrasi, kolaborasi berubah menjadi kompromi dan tanpa kepercayaan, jejaring berubah menjadi formalitas,” ucapnya.
Rektor ITNY, Setyo Pambudi, menyampaikan bahwa kebutuhan dunia industri saat ini tidak lagi cukup dipenuhi hanya dengan gelar sarjana teknik, tetapi juga menuntut kemampuan kepemimpinan yang kuat. Alumni dinilai memiliki peran penting sebagai inspirasi sekaligus arah bagi mahasiswa dalam merancang masa depan profesional mereka.
"Kehadiran alumni kembali ke kampus adalah wujud nyata kepedulian terhadap kemajuan almamater. Alumni adalah cerminan kualitas sekaligus kompas bagi mahasiswa dalam menentukan arah masa depan," tutur Rektor.
Forum alumni ITNY ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari kalangan alumni sukses, di antaranya Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana (angkatan 1996), Komisaris Utama PT MCN Prof. Ir. Resdiansyah, S.T., M.T., Ph.D. (angkatan 1990), serta Prof. Ir. Anton Satria Prabuwono, Ph.D., dari Universitas Teknologi Petronas (UTP) Malaysia sebagai representasi alumni yang berkarier di tingkat internasional. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring alumni ITNY sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antara kampus, industri, dan pemerintah di masa mendatang. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































