Bulog Siapkan 93.782 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

11 hours ago 6

Bulog Siapkan 93.782 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update penanggulangan bencana alam di NTT, di Kantor Bulog Jakarta, Minggu (23/8/2026). Antara/Harianto\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Perum Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana alam gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak sekaligus mengantisipasi kemungkinan masa tanggap darurat diperpanjang atau terjadi bencana susulan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok tersebut berasal dari beras yang telah tersedia di NTT dan mobilisasi dari sejumlah wilayah Bulog di sekitar NTT.

"Jumlah tersebut terdiri atas stok beras yang telah tersedia di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi beras dari beberapa wilayah Bulog sekitar," kata Ahmad Rizal Ramdhani saat jumpa pers update penanggulangan bencana alam gempa di NTT di Pusat Komando Pengendalian Bulog, Jakarta, Minggu.

Stok Beras NTT 26.336 Ton, Ditambah Mobilisasi Nasional

Berdasarkan data per 22 Agustus 2026, stok beras Bulog yang sudah tersedia di wilayah NTT mencapai 26.336 ton.

Bulog juga menyiapkan movement nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton. Mobilisasi tersebut antara lain berasal dari Kanwil DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

"Dengan demikian, apabila seluruh rencana mobilisasi terealisasi, total stok beras yang disiagakan Bulog untuk mendukung penanganan bencana di NTT mencapai 93.782 ton," ujarnya.

Kesiagaan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa. Selain itu, stok disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan maupun perpanjangan masa tanggap darurat.

Kebutuhan Korban Gempa Diproyeksikan 1.890 Ton

Bulog memperkirakan kebutuhan beras untuk penanganan bencana alam di NTT mencapai 1.890 ton. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi sebanyak 150.576 korban jiwa membutuhkan dukungan pangan selama 14 hari masa tanggap darurat.

Untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat sebanyak 10 kali, Bulog menyiapkan tambahan kebutuhan hingga 18.900 ton.

Selain kebutuhan khusus penanganan bencana, Bulog memperhitungkan bantuan pangan untuk 852.631 penerima bantuan pangan (PBP). Bantuan tersebut merupakan alokasi Juli, Agustus hingga September 2026.

"Dengan alokasi 10 kilogram per PBP setiap bulannya, maka kebutuhan untuk tiga bulan mencapai sekitar 25.578 ton," jelasnya.

Dengan demikian, proyeksi kebutuhan beras terdiri atas:

  • 1.890 ton untuk penanganan bencana
  • 18.900 ton untuk mengantisipasi tambahan masa tanggap darurat; dan
  • 25.578 ton untuk bantuan pangan selama tiga bulan.

Total kebutuhan beras yang diproyeksikan mencapai 46.368 ton.

Bulog Masih Punya Ruang Stok 47.414 Ton

Dengan stok yang disiagakan mencapai 93.782 ton, Bulog masih memiliki ruang ketersediaan sekitar 47.414 ton setelah seluruh kebutuhan tersebut diperhitungkan.

Kondisi itu menunjukkan kesiapan stok yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat NTT dalam menghadapi kondisi darurat.

Di tingkat nasional, stok beras Bulog per 22 Agustus 2026 tercatat sebesar 5.170.098 ton. Stok nasional tersebut menjadi bagian dari strategi Bulog untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam memobilisasi beras ke daerah yang membutuhkan.

Distribusi Pangan Tetap Berjalan

Ahmad Rizal menegaskan Bulog siap menjalankan perannya dalam membantu pemerintah menghadapi kondisi bencana, terutama untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” katanya.

Ia menambahkan, kesiagaan stok tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ketika bencana terjadi. Persediaan tersebut juga menjadi langkah antisipasi apabila masa tanggap darurat diperpanjang maupun terjadi bencana tambahan di wilayah NTT.

“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” tambahnya.

Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses mobilisasi, penyimpanan, dan penyaluran beras berjalan efektif sesuai kebutuhan di lapangan.

Kesiagaan stok 93.782 ton tersebut menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan kehadiran negara melalui ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |