Foto ilustrasi buah dan susu. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekhawatiran mencampurkan buah dengan susu kerap muncul karena anggapan susu bisa menggumpal dan memicu gangguan pencernaan. Pelatih kebugaran Ralston D'Souza menjelaskan fakta ilmiah di balik kombinasi buah dan susu yang selama ini diperdebatkan.
Dalam keseharian, masyarakat terbiasa mengombinasikan berbagai jenis makanan, termasuk memadukan buah dengan minuman atau bahan lain seperti kacang-kacangan. Namun, kombinasi buah dengan susu masih sering dipertanyakan, terutama karena persepsi reaksi asam buah yang dianggap dapat merusak susu dan berdampak buruk bagi tubuh.
Keraguan tersebut tidak lepas dari anggapan bahwa kandungan asam dalam buah akan bereaksi dengan susu dan menyebabkan susu menggumpal atau “pecah”. Reaksi ini kerap dinilai sebagai sesuatu yang tidak wajar dan berbahaya, padahal pemahaman tersebut tidak sepenuhnya benar.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada 21 Januari, pelatih kebugaran Ralston D'Souza membagikan penjelasan ilmiah untuk meluruskan anggapan tersebut. Ia menyebut kombinasi buah dan susu sebagai menu sarapan yang cukup populer di berbagai negara dan tidak serta-merta membahayakan kesehatan.
Seperti dikutip dari Hindustan Times, Rabu (21/1/2026) Ralston menjelaskan, kekhawatiran masyarakat umumnya berangkat dari asumsi bahwa buah yang bersifat asam dapat merusak struktur susu dan memicu gangguan pencernaan. Padahal, proses penggumpalan susu merupakan mekanisme alami yang juga terjadi di dalam lambung manusia.
“Susu mengandung protein kasein yang dalam kondisi normal saling tolak-menolak sehingga susu tetap cair. Ketika zat asam ditambahkan, seperti jeruk nipis atau cuka, tingkat pH menurun dan muatan listrik protein berubah. Akibatnya, protein kasein berhenti saling menolak dan mulai bergabung, sehingga susu menggumpal,” ujar Ralston.
Perubahan Bentuk Susu
Menurutnya, perubahan bentuk susu tersebut tidak menandakan adanya risiko kesehatan. Proses serupa bahkan dimanfaatkan dalam pembuatan paneer, keju tradisional khas India, yang dikonsumsi secara luas dan aman.
Ralston juga menekankan bahwa tanpa dicampur buah sekalipun, susu tetap akan mengalami penggumpalan ketika masuk ke lambung. Asam lambung secara alami berperan dalam proses tersebut sebagai bagian dari mekanisme pencernaan normal manusia.
Selain itu, mengonsumsi buah yang kaya vitamin C bersamaan dengan susu tidak akan merusak kandungan gizi di dalamnya. Kombinasi ini tetap dapat memberikan manfaat nutrisi, selama dikonsumsi oleh individu tanpa kondisi medis tertentu.
Ia mengingatkan bahwa reaksi tubuh bisa berbeda pada setiap orang. Bagi individu dengan intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan khusus, konsumsi susu memang perlu disesuaikan, namun hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan pencampuran buah dan susu.
Dengan demikian, Ralston menyebut konsumsi buah bersama susu pada dasarnya aman bagi kebanyakan orang, mengingat proses penggumpalan susu merupakan reaksi alami tubuh yang tidak berbahaya dan tidak menghilangkan nilai gizi dari kedua bahan tersebut.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun sebagai informasi kesehatan dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis profesional. Pembaca disarankan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi pencernaan atau alergi tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Hindustan Times


















































