Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Harianjogja.com, WASHINGTON—Amerika Serikat mengklaim berhasil melumpuhkan seluruh aktivitas perdagangan laut Iran dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan, di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan setelah upaya negosiasi antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan blokade diberlakukan terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Rabu (15/4/2026).
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, mengatakan tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade pada fase awal penerapan.
Dalam 24 jam pertama, setidaknya enam kapal dagang memilih berbalik arah dan kembali ke pelabuhan di Teluk Oman.
Jalur Laut Dikunci, Selat Hormuz Tetap Terbuka
Blokade ini mencakup kapal dari berbagai negara yang melintas di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, AS menegaskan tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz untuk kapal yang menuju pelabuhan non-Iran.
Meski demikian, laporan pejabat AS menyebut Angkatan Laut telah mencegat sedikitnya delapan kapal tanker minyak yang berkaitan dengan Iran sejak blokade dimulai.
Kebijakan ini mempertegas tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran melalui jalur laut yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi.
Sinyal Perang Hampir Usai
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyampaikan sinyal berbeda dengan menyebut konflik melawan Iran sudah mendekati akhir.
“Saya pikir ini hampir berakhir. Saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” kata Trump dalam wawancara yang akan ditayangkan di Fox Business.
Ia bahkan menyebut bahwa jika AS menarik diri saat ini, Iran akan membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, termasuk kemungkinan pembicaraan lanjutan di Pakistan.
Sebelumnya, perundingan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen, meskipun sempat tercapai gencatan senjata selama dua pekan sejak 8 April.
Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Dengan situasi yang masih dinamis, blokade laut dan jalur diplomasi kini berjalan beriringan, menandai fase krusial dalam menentukan arah konflik ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































